Presiden Prabowo Tunggu Laporan Airlangga Hasil Negosiasi dengan AS

0 Shares

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto belum mau banyak berkomentar mengenai hasil negoisasi pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat perihal penetapan tarif impor.

Presiden Prabowo pun menyebut bahwa dirinya masih menunggu laporan detail dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Ini saya belum ketemu pak Airlangga. Saya enggak tau jam berapa dia dateng, saya nunggu laporan beliau,” kata Presiden Prabowo dalam pernyataannya pada Selasa (22/4).

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan kabar baik terkait proses negosiasi kebijakan tarif Amerika Serikat (AS), yang mengguncang hampir seluruh negara mitra dagang AS.

Disampaikannya, bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang lebih awal diterima oleh Amerika Serikat untuk bernegosiasi terkait kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump tersebut.

Hal itu diketahui Airlangga dari hasil pembicaraannya dengan Secretary of Commerce Mr. Lutnick secara virtual pada Senin (14/4) lalu.

- Advertisement -

“Dari hasil pembicaraan, Indonesia ini adalah salah satu negara yang diterima lebih awal,” kata Airlangga.

Selain Indonesia, ada pula negara lain yang telah melakukan pembicaraan serupa dengan AS, antara lain Vietnam, Jepang, dan Italia.

Pertemuan itu guna membahas lebih lanjut mengenai opsi-opsi kerja sama bilateral, khususnya terkait perdagangan yang lebih adil dan berimbang. “Kita berharap situasi dari perdagangan yg kita kembangkan bersifat adil dan berimbang,” tuturnya.

Indonesia, kata Airlangga, ingin agar tarif impor produk unggulan ekspor ke AS bisa mendapatkan tarif yang kompetitif. Sebagai bagian negosiasi tersebut, Indonesia pun memberikan beberapa usulan.

Pertama mengupayakan penyeimbangan neraca dagang dengan AS, Indonesia siap memangkas surplus dengan AS dengan menambah volume impor barang dari AS. Komoditas yang ditawarkan untuk diimpor dari AS ke Indonesia adalah minyak dan gas hingga produk agrikultur macam gandum dan kedelai.

“Pertama Indonesia akan meningkatkan pembelian energi dari AS, antara lain LPG, crude oil dan gasoline. Indonesia juga beli produk agrikultur dari AS antara lain gandum, soya bean, dan soya bean milk. Indonesia juga akan meningkatkan pembelian barang modal dari AS,” beber Airlangga.

Selain itu, Airlangga juga mengatakan Indonesia akan memfasilitasi perusahaan AS untuk yang selama ini beroperasi di dalam negeri untuk berbisnis dengan aman dan nyaman. Beberapa hal terkait kemudahan perizinan dan insentif akan diberikan untuk perusahaan AS.

Indonesia juga menawarkan produk mineral kritis kepada AS dan mempermudah regulasi impor termasuk produk holtikultura dari AS. Investasi antara kedua negara juga akan didorong dalam skema business to business (B to B).

“Indonesia juga dorong pentingnya perkuatan kerja sama di sektor pengembangan SDM, antara lain untuk sektor pendidikan, science, engineering, matematika dan ekonomi digital, dan kami juga angkat financial services yang cenderung menguntungkan Amerika Serikat,” jelas Airlangga.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU