Pergerakan Tanah di Brebes, 114 Rumah Rusak Berat dan 508 Jiwa Terdampak

0 Shares

JAKARTA – Bencana alam pergerakan tanah terjadi di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah sejak beberapa waktu lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, peristiwa ini dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi ditambah kontur kemiringan lereng yang curam mencapai 60 derajat.

- Advertisement -

“Mahkota longsor terpantau berada di Dukuh Krajan RT 05 RW 03 dengan arah luncur mengarah ke barat laut, mengikuti aliran Kali Pedes. Bidang luncur tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada hunian warga yang berada di jalur pergerakan tanah,” jelas Abdul Muhari dalam keterangannya pada Rabu (23/4).

Dari data terkini, Abdul mengungkapkan adanya 114 unit rumah rusak berat dan 3 tempat ibadah mengalami kerusakan. Di samping itu, pergerakan tanah juga berdampak kepada 508 jiwa yang mana sebanyak 455 jiwa mengungsi di beberapa lokasi.

- Advertisement -

“Dan 53 jiwa lainnya terdampak langsung namun masih bertahan di sekitar lokasi,” imbuhnya.

Jika dirinci, pengungsian berada di lokasi yang meliputi; 291 jiwa di Pos Pengungsian Lapangan Futsal Gunung Poh, 112 jiwa mengungsi di rumah saudara, 1 jiwa di pondok dan 51 jiwa memilih keluar daerah

Secara rinci, dampak di tiap lokasi meliputi Dukuh Krajan: 28 rumah rusak berat, 1 TK Aisyiyah rusak berat, 84 jiwa mengungsi. Kemudian Dukuh Karanganyar: 3 rumah rusak berat, 14 jiwa mengungsi. Selanjutnya Dukuh Babakan 63 rumah rusak berat, 2 tempat ibadah rusak, 1 TPQ rusak dan 300 jiwa mengungsi.

Berikutnya Dukuh Cupang Bungur ada 22 rumah rusak berat, 1 tempat ibadah rusak dan 75 jiwa mengungsi. Adapun Dukuh Ares 15 rumah terancam dan 63 jiwa terdampak.

Kewaspadaan dan Tindak Lanjut

Dengan kontur tanah yang masih labil dan potensi hujan tinggi di wilayah tersebut, fenomena pergerakan tanah susulan masih sangat mungkin terjadi. Abdul kemudian mengimbau warga yang berada di wilayah rawan agar tetap waspada dan segera melapor apabila terdapat retakan tanah, suara gemuruh, atau tanda-tanda pergerakan tanah lainnya.

“Langkah mitigasi jangka panjang seperti penguatan vegetasi dan pembangunan drainase tahan air perlu menjadi perhatian bersama untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang,” imbaunya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru