JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu (19/4) tiba-tiba mengumumkan gencatan senjata sepihak dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Ukraina untuk memperingati hari raya Paskah.
Gencatan senjata dimulai pada Sabtu mulai pukul 18.00 waktu setempat dan berlangsung hingga tengah malam pada Minggu (20/4) sampai Senin (21/4).
“Saya telah memerintahkan penghentian penuh semua aksi militer selama periode ini,” kata Putin saat bertemu dengan Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov, dikutip Holopis.com, Minggu (20/4).
Putin juga mengungkapkan Rusia berharap Ukraina akan melakukan langkah serupa dan menghentikan konflik selama periode tersebut.
“Angkatan bersenjata kita harus tetap waspada guna menangkal kemungkinan pelanggaran gencatan senjata, provokasi, dan tindakan agresif apa pun oleh musuh,” imbuh Putin.
Sebagai informasi Sobat Holopis, Vladimir Putin mengumumkan bahwa gencatan senjata ini didasari karena alasan kemanusiaan. Tetapi muncul pula pendapat bahwa ini adalah cara Rusia untuk menunjukkan Amerika Serikat bahwa Rusia terbuka dengan ide menghentikan perang.
Nantinya setelah gencatan senjata, Rusia dan Ukrain amengumumkan bahwa situasi akan lebih tenang di beberapa wilayah. Tetapi peperangan tetap terjadi di garis depan.
Sekedar mengingatkan kembali, perang Rusia dan Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022. Saat itu, Rusia menyerang Ukraina dan menjadikan perang ini sebagai perang terbesar dan paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.
Peperangan ini adalah puncak dari konflik antara Rusia dan Ukraina yang sudah terjadi sejak tahun 2014.


