JAKARTA – Pemerintah Rusia menyayangkan kebijakan baru tentang tarif yang baru diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menganggap, kebijakan yang diberlakukan kepada hampir semua negara telah menjerumuskan sistem perdagangan global ke dalam situasi yang sangat menantang.
“Dampaknya akan berskala global. Rantai perdagangan lama akan terputus, tetapi rantai perdagangan baru akan muncul,” kata Medvedev dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Jumat (4/4).
Oleh karena itu, Medvedev menyebut bahwa pihakanya juga akan melakukan hal yang serupa dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.
“Kami akan mengenakan tarif timbal balik (reciprocal tariff) terhadap barang-barang dari AS,” tegasnya.
Medvedev juga mengungkapkan bahwa Rusia telah mempertahankan pembangunan yang kuat meskipun adanya sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan Eropa terkait krisis Ukraina.
“Ekonomi Rusia akan tumbuh sebesar 3 persen pada kuartal pertama 2025,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, dalam pengumuman pada Rabu (2/4), Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menetapkan tarif sedikitnya 10 persen untuk berbagai negara di seluruh dunia. Namun, Indonesia terkena dampak lebih besar dengan kenaikan tarif hingga 32 persen.
Menurut unggahan resmi Gedung Putih, Indonesia menempati urutan ke delapan dalam daftar negara yang terkena kenaikan tarif tertinggi.
Secara keseluruhan, sekitar 60 negara akan dikenai tarif timbal balik, dengan besaran setengah dari tarif yang mereka berlakukan terhadap AS.
Indonesia bukan satu-satunya negara Asia Tenggara yang terkena dampak. Malaysia dikenai tarif 24 persen, Kamboja 49 persen, Vietnam 46 persen, dan Thailand 36 persen.
Langkah agresif ini diumumkan dalam acara bertajuk “Make America Wealthy Again” di Rose Garden, Gedung Putih. Trump menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi warga Amerika.
“Kami telah dirugikan oleh banyak negara akibat praktik perdagangan yang tidak adil. Hari ini adalah ‘Hari Pembebasan’ bagi Amerika,” ujar Trump dengan penuh keyakinan.


