JAKARTA – Kemensos (Kementerian Sosial) terus mengawal proses pendataan ahli waris korban meninggal dunia serta korban luka untuk memastikan mereka mendapatkan santunan.
Selain itu, Kemensos juga menyiapkan berbagai bantuan untuk meringankan beban para korban dan keluarga yang terdampak tragedi ini.
“Melakukan tracing keberadaan ahli waris korban meninggal dunia dan korban luka,” ujar Mensos, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangan tertulis, Selasa (1/4).
“Kami ingin memastikan bahwa para korban, terutama yang mengalami luka-luka dan kehilangan anggota keluarga, mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan,” tambah Gus Ipul.
Detik-Detik Pohon Roboh di Tengah Salat Idul Fitri
Menurut data yang dihimpun Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, insiden ini terjadi tanpa adanya tanda-tanda bahaya sebelumnya. Cuaca saat itu cerah, tanpa angin kencang atau indikasi pohon akan tumbang.
Namun, tiba-tiba jemaah dikejutkan oleh suara retakan keras dari batang pohon, diikuti dengan robohnya pohon besar tersebut. Kepanikan pun terjadi, jemaah berlarian menyelamatkan diri, tetapi sebagian tak sempat menghindar dan tertimpa reruntuhan pohon.
Akibat peristiwa ini, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, yaitu:
- Rasmono (42)
- Anita Rahmawati (39)
- Rasmani (71)
Selain itu, satu orang mengalami luka berat, yakni Titi Sundari (68), sementara 15 orang lainnya mengalami luka ringan.


