Beragam Stimulus dari Pemerintah untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

0 Shares

Ketiga, Pemerintah meluncurkan program diskon belanja seperti Program Friday Mubarak yang berlangsung pada 28 Februari – 28 Maret 2025 di berbagai ritel yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Program tersebut mencakup bazar UMKM untuk komoditas minyak goreng, gula pasir, dan sembako lainnya serta berbagai promo harian dan spesial setiap Jumat, dengan target transaksi mencapai Rp75 triliun hingga 77 triliun.

- Advertisement -

Selain itu, terdapat juga program BINA Lebaran yang dijadwalkan pada 14 – 30 Maret 2025 dan akan digelar serentak di pusat perbelanjaan, mal, serta gerai anggota Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI). Program ini menargetkan transaksi hingga Rp30 triliun.

Keempat, penerapan Program Pariwisata Mudik Lebaran. Dalam program ini, Pemerintah akan mengintegrasikan program pariwisata dengan momen mudik Lebaran melalui promosi destinasi wisata lokal, penyediaan paket wisata terjangkau, dan peningkatan fasilitas pariwisata di jalur-jalur mudik utama.

- Advertisement -

Kelima, Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran 2025 dengan menggelar operasi pasar secara masif.

Langkah tersebut melibatkan Perum Bulog, Perkebunan Nusantara, dan ID FOOD dalam penyediaan minyak goreng, gula konsumsi, daging kerbau beku, serta beras dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Operasi pasar ini dilaksanakan di seluruh Indonesia melalui kantor PT Pos Indonesia mulai 24 Februari hingga 29 Maret 2025.

Melalui langkah tersebut, Menko Airlangga berharap dapat menjaga ketersediaan pangan, menekan inflasi, dan melindungi daya beli masyarakat selama periode puncak konsumsi.

Tak hanya mengguyur berbagai stimulus selama periode HKBN, Pemerintah turut paket stimulus ekonomi saat ini yang berlaku juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi 5,2 persen.

Beberapa di antaranya: Pertama, diskon tarif listrik yang telah berjalan pada Januari dan Februari 2025, diberikan untuk menekan biaya hidup masyarakat serta mendukung konsumsi listrik rumah tangga dan industri kecil. Stimulus tersebut diharapkan turut membantu masyarakat mengelola pengeluaran selama periode Ramadhan.

Kedua, PPN DTP Pembelian Properti dan Otomotif (EV) sebagai insentif berupa untuk pembelian properti dan kendaraan listrik (EV).

Ketiga, PPnBM DTP Otomotif (EV dan Hybrid) untuk pemberian insentif kendaraan listrik dan hibrida (hybrid) yang diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan serta memperkuat industri otomotif nasional.

Keempat, PPh DTP Sektor Padat Karya yang diberikan bagi sektor padat karya untuk mempertahankan daya saing industri dalam negeri. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja baru, meningkatkan ekspor, serta menjaga stabilitas sektor industri di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kelima, stimulus perpajakan dalam kegiatan usaha bullion. Sinkronisasi aturan perpajakan khususnya pungutan PPh 22 atas transaksi penjualan antara produsen emas dan bullion bank diharapkan dapat meningkatkan daya tarik serta mendukung pengembangan ekosistem kegiatan usaha bank emas alias bullion bank.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa Pemerintah bakal terus mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan tujuan untuk memperkuat daya saing UMKM serta mendorong konsumsi dan investasi domestik guna mencapai target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis