JAKARTA – Eks Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menyoroti langkah Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan terkait Indonesia yang akan kembali mengimpor gula pada tahun ini.
Padahal, pemerintah sebelumnya telah menyatakan bahwa Indonesia akan berhenti mengimpor komoditas pangan, termasuk gula mulai tahun ini untuk mempercepat swasembada pangan.
Langkah Menko Pangan soal kebijakan itu pun dinilai sebagai upaya untuk membuang badan. Pasalnya, pria yang akrab disapa Zulhas itu menyebut bahwa kebijakan untuk kembali mengimpor gula merupakan perintah Presiden Prabowo.
Padahal menurutnya, menteri sebagai pembantu presiden, terlebih Menko Pangan seharusnya lebih mengetahui ihwal kebutuhan gula nasional, yang menjadi dasar dalam membuat kebijakan.
“Loh kok mau buang badan untuk korbankan @Prabowo sih. yang tahu berapa kebutuhan gula nasional kan menteri bukan RI1 (Presiden),” ujarnya dalam cuitan di akun X pribadinya, seperti dikutip Holopis.com, Sabtu (1/3).
Dia pun menduga, para menteri di Kabinet Indonesia satu per satu mulai menunjukkan ketidaksetiaannya kepada Presiden, dengan membuang badan atas kebijakan yang dibuatnya.
“Wah udah mulai pada enga setia nih dan engga mau pasang badan. April Import Beras nanti bilang perintah @prabowo lagi,” kata Arief.
Dia pun menyentil kebijakan swasembada pangan yang ternyata mensejahterakan petani luar negeri.
“Lah swasembada pangan kok mensejahterakan petani luar negari ya, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi luar negeri ya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, bahwa pemerintah akan kembali mengimpor gula lagi. Dia mengatakan, bahwa hal itu merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto.
“Kita larang impor beras, kita sudah putuskan tidak boleh impor jagung, tidak boleh impor garam, gula sudah boleh. Perintah Presiden, jadi saya enggak berani,” kata Zulhas dalam acara Economic Outlook 2025 di Jakarta, Rabu (26/2).


