MAKASSAR – Aksi demonstrasi mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berlangsung hingga tengah malam, pada Senin (24/2).
Setelah sebelumnya mahasiswa menutup akses Jalan AP Pettarani, mahasiswa kembali menutup akses jalan utama di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jalan Urip Sumoharjo.
Mahasiswa memblokade ruas jalan provinsi tersebut menggunakan batu dan bambu. Selain memblokade jalan dengan batu, mahasiswa juga memalang jalan dengan bambu panjang.
Akibatnya, arus lalu lintas jang menghubungkan beberapa Kabupaten dan ke Bandara itu lumpuh total ber jam-jam lamanya.
Selain menyusahkan masyarakat yang hendak melintas, aksi mahasiswa juga membuat kesulitan pembesuk yang hendak ke rumah sakit Ibnu Sina Makassar.
Salah seorang karyawan Swasta, Agus (26) mengeluhkan kondisi tersebut, dia mengaku pulang kantor sejam pukul 16.00 sore sampai pukul 21.20 dia terjebak macet.
“Saya sudah berjam-jam kena macet, ngak bisa putar balik karena di mana-mana jalan tidak bisa dilalui. Saya hera apa maunya ini mahasiswa,” keluhnya.
Selain karyawan swasta, pengemudi ojek juga mengeluhkan aksi mahasiswa. Karena tidak bisa ke mana-mana akibat macet.
“Saya binggung mereka mau bela siapa, justru merugikan masyarakat seperti saya ini sebagai pengemudi Ojol,” kesal Ahmad pengemudi Ojol.
Karena sudah larut tak kunjung bubar, polisi akhirnya membubarkan paksa menggunakan truk Raisa dan watter cannon. Mahasiswa yang tak terima membalas dengan melempar batu dan benda keras lainnya ke arah polisi sambil berlari.
Mahasiswa yang panik, berlarian ke area kampus UMI untuk menyelamatkan diri. Beruntung dalam aksi ini tidak menimbulkan korban jiwa atau korban luka.

