HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengunggah video di akun Youtube pribadinya yang ia buat pada 22 Januari 2025 lalu. Dalam video tersebut, Hasto menyampaikan cerita-cerita versinya soal isu pelemahan KPK dalam versi monolog.
Kala itu kata Hasto, dirinya bertemu dengan Novel Baswedan, mantan penyidik KPK dalam acara Pidato Pemilu dan Jalan Kebudayaan di Universitas Indonesia (UI).
“Ketika saya bertemu dengan Mas Novel Baswedan, beliau menanyakan ke saya, saya perlu konfirmasi apakah betul PDI Perjuangan yang mempelopori perubahan UU KPK, yang mengkerdilkan KPK di dalam upaya pemberantasan korupsi,” kata Hasto dalam video yang ia unggah hari Jumat, 21 Februari 2025.
Hasto menyatakan bahwa dirinya mengatakan dengan tegas kepada Novel Baswedan, bahwa PDIP bukanlah pelopor dari RUU KPK tersebut. Ia membantah bahwa PDIP adalah arsitek dari upaya perubahan UU KPK dari UU Nomor 30 Tahun 2002 menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019.
Sekaligus, Hasto mengeluhkan bagaimana setiap kebijakan yang diambil oleh Joko Widodo kala menjadi Presiden, ketika ada hal-hal yang buruk selalu diasosiasikan kepada PDI Perjuangan maupun Megawati Soekarnoputri, sementara ketika ada hal-hal yang positif tak pernah sedikitpun dikaitkan dengan mereka.
“Saya katakan dengan tegas kepada mas Novel Baswedan saat itu, inilah kalau ada hal-hal yang buruk oleh Presiden Jokowi, selalu dilimpahkan kepada PDI Perjuangan dan juga ibu Megawati Soekarnoputri,” ujarnya.
“Tetapi ketika ada hal-hal yang positif selalu diambil oleh Presiden Jokowi tanpa menyisakan benefit bagi kepentingan PDI Perjuangan,” lanjut Hasto.
Statemen Terkait RUU KPK
Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa RUU KPK dipelopori oleh partai politik di Senayan, salah satunya adalah anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP kala itu, yakni Masinton Pasaribu.

