Habib Syakur Anggap Negara Kebablasan Usai Marak Kampanye Khilafah

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid geram dengan adanya kampanye khilafah yang dilakukan di beberapa daerah. Bahkan mereka sampai melakukan parade terbuka dengan sosialisasi ideologi Khilafah mereka.

“Saya tidak habis pikir bagaimana bisa kelompok HTI ini muncul lagi dan terang-terangan mengampanyekan Khilafah,” kata Habib Syakur saat dihubungi Holopis.com, Senin (3/2/2025).

- Advertisement -

Ia bahkan mempertanyakan sikap Kepolisian yang seperti melakukan pembiaran atas agenda parade khilafah yang dilakukan di sejumlah daerah, baik di Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Palembang.

“Saya nggak tahu apa sebenarnya yang ada di benak Polisi kita. Kalau acara itu berlangsung, artinya Badan Intelijen Keamanan Polri mempersilakan kampanye Khilafah, ini ironi sekali,” ujarnya.

- Advertisement -

Bagi dia, peristiwa adanya kampanye Khilafah tersebut merupakan bentuk negara kecolongan dengan agenda untuk mempereteli eksistensi Indonesia sebagai negara demokrasi dan Pancasilais.

“Kita semua tahu tujuan utama HTI ini kan mengganti Pancasila menjadi Khilafah, mengubah NKRI menjadi negara Islam, demokrasi diganti sistem kekhilafahan ala mereka,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia berharap kepadan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan tindakan terhadap para aparat khususnya Polri untuk bertindak tegas. Jangan sampai ada lagi aktivitas-aktivitas sosial yang mengampanyekan Khilafah lagi.

“Saya berharap Khilafah stop kampanyekan ideologi mereka lagi. Saya hanya memohon Pak Prabowo bersikap. Tapi naif rasanya karena Menko bidang hukum kita Yusril yang notabane pengacara HTI,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis