JAKARTA – Sebuah video CCTV viral memperlihatkan diduga aksi modus penipuan tukar uang receh di sebuah toko di Depok. Namun, pandangan lain diberikan netizen, yang menilai bahwa hal tersebut adalah kelalaian dari si karyawan toko itu sendiri.
Menurut informasi yang diunggah akun Instagram @infodepok_id seperti dikutip Holopis.com, hal itu terjadi di Toko Frozen daging di jl. M Yusuf Sukmajaya, Depok, Jawa, Barat, pada Senin (27/1) siang WIB.
Menurut laporan tersebut, modus penipuannya adalah penukaran uang receh, yang seharusnya Rp 200 ribu, malah menjadi Rp 800 ribu.
Dari video CCTV yang diunggah tersebut, terlihat seorang bapak-bapak memasuki ke dalam toko sembari membawa kantong keresek berukuran cukup besar berwarna hitam.
Seketika, bapak-bapak itu langsung ke kasir dan memberikan uang receh tersebut ke karyawan tokonya. Sempat dicek apa isinya oleh karyawan itu, kemudian diserahkan kembali ke bapak-bapak itu dengan maksud agar dihitung sendiir berapa besaran nominalnya.
Bapak-bapak itu lantas menumpahkan isinya, dimana semua uang tersebut nampak satuan koin. Menariknya, ketika membereskan uang tersebut, turut didampingi oleh salah satu karyawan yang ada di sana.
Namun seolah percaya dan tak curiga bahwa nominal yang disebutkan tak semestinya, karyawan lainnya seketika memberikan besaran uang pertukarannya.
Kemudian uang tersebut tak sesuai dengan jumlah yang disebutkan baru disadari ketika uangnya dihitung ulang.
Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut bagaimana kelanjutannya.
Meski begitu, video viral ini menarik perhatian publik, dimana netizen berbondong-bondong memenuhi kolom komentar yang tersedia. Menariknya, warganet sebagian besar beranggapan ini adalah kelalaian dari si karyawan toko itu sendiri.
“Ini bukan penipuan tapi keteledoran harusnya mbaknya yg ngitung sendiri sampai beres kalo sesuai baru kasih uangnya,” tulis komentar @chairulumam9190.
“Lha mba nya muter2 dan duduk bareng ngapain? Ga crosscheck lagi berapa nominal sebenarnya,” tulis komentar @muthetiaraernz.
“Lah emang kasir nya ga ngitung lagi,” tulis komentar @anisaafriyni,
“Salah karyawannya juga kenapa gak dihitung uangnya,” tulis komentar @maryatialmeyda.

