BerandaNewsEkobizEmas Antam Makin Silau, Harganya Naik Lagi Jadi Segini

Emas Antam Makin Silau, Harganya Naik Lagi Jadi Segini

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harga emas batangan bersertifikat keluaran PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias emas Antam terpantau mengalami kenaikan pada perdagangan hari Kamis 20 Juni 2024.

Sebagaimana dipantau Holopis.com dari laman resmi logammulia.com, harga emas Antam terpantau naik Rp 6.000 dari perdagangan sebelumnya yang sebesar Rp 1.349.000 menjadi Rp 1.355.000 per gram.

Senada, harga penjualan kembali alias buyback emas Antam pada hari ini juga terpantau naik dengan besaran yang sama, yakni sebesar Rp 6.000 dari perdagangan sebelumnya menjadi Rp 1.233.000 per gram.

Sebagai informasi, perusahaan pelat merah itu menjual emas batangan keluaran mereka dengan berbagai ukuran mulai dari yang terkecil 0,5 gram hingga yang terbesar 1.000 gram atau 1 kilogram.

Penerbit Iklan Google Adsense

Biasanya, harga emas batangan dengan ukuran kecil atau satuan berat yang kecil akan lebih mahal dibanding emas dengan ukuran besar. Hal ini karena adanya biaya tambahan untuk pencetakan.

Setiap pembelian emas batangan Antam akan dikenakan pajak berupa PPh 22 sebesar 0,9 persen. Namun, pajak akan lebih rendah, yakni sebesar 0,45 persen apabila pembeli melampirkan bukti NPWP saat melakukan transaksi.

Pembebanan PPh 22 juga berlaku untuk transaksi buyback emas batangan Antam. Untuk transaksi dengan nilai lebih dari Rp10 juta, akan dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non NPWP.

Berikut rincian harga emas Antam pada hari ini berdasarkan satuan berat :

Harga emas 0,5 gram : Rp 727.500
Harga emas 1 gram : Rp 1.355.000
Harga emas 2 gram : Rp 2.650.000
Harga emas 3 gram : Rp 3.950.000
Harga emas 5 gram : Rp 6.550.000
Harga emas 10 gram : Rp 13.045.000
Harga emas 25 gram : Rp 32.487.000
Harga emas 50 gram : Rp 64.895.000
Harga emas 100 gram : Rp 129.712.000
Harga emas 500 gram : Rp 647.820.000
Harga emas 1.000 gram : Rp 1.295.600.000.

Temukan kami juga di Google News

Baca Juga :

BERITA LAINNYA

Bos Pupuk Indonesia Akui Penyaluran Pupuk Subsidi Terlalu Ruwet

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi menyoroti tata kelola penyaluran pupuk subsidi, yang dinilainya terlalu rumit dengan banyaknya regulasi yang mengikat.

Mendag Klaim Kinerja Ekspor Lemah Imbas Penurunan Harga Komoditas Global

Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan mengatakan, pelemahan ekspor Indonesia yang terjadi pada periode Juni 2024 salah satunya disebabkan oleh penurunan harga komoditas secara global.

Bos BI Pede Ekonomi RI di 2024 Mampu Tumbuh hingga 5,5 Persen

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo meyakini ekonomi Indonesia di tahun 2024 ini mampu mencatatkan pertumbuhan di rentang angka 4,7 hingga...

Bos BI Ramal Suku Bunga AS Bisa Turun Lebih Cepat

Bank Indonesia (BI) memperkirakan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve alias The Fed bisa lebih cepat menurunkan suku bunga acuannya.

Realisasi Belanja Produk Dalam Negeri DKI Jakarta Capai Rp 16,25 Triliun

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Provinsi DKI Jakarta telah merealisasikan belanja Produk Dalam Negeri (PDN) sebesar Rp 16,25 triliun, selama periode Januari hingga 14 Juli 2024. Berdasarkan...

Bank Indonesia Putuskan Tahan Suku Bunga di Level 6,25 Persen

Bank Indonesia (BI) memutukan untuk mempertahankan suku bunga acuannya atau BI Rate di level 6,25 persen. Keputusan ini merupakan hasil dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode Juli 2024.
Presiden dan Wakil Presiden 2024 - 2029
Sudaryono Jateng Satu
Munas 10 Forum Zakat

HOLOPIS FEEDS