BerandaNewsPolhukamMuhadjir Effendy Bela Korban Judi Online, Minta Rekeningnya Tak Diblokir

Muhadjir Effendy Bela Korban Judi Online, Minta Rekeningnya Tak Diblokir

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menko PMK Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa dari sekian ribu rekening pelaku judi online yang diblokir kemungkinan besar bisa saja penerima bansos.

Oleh karena itu, Muhadjir kemudian meminta saat ini agar PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) mengecek terlebih dahulu rekening pelaku judi online yang telah diblokir.

“Nanti itu saya juga akan minta kepada PPATK, jangan-jangan di antara nomor rekening yang diblokir itu ada penerima bansos,” kata Muhadjir Effendy dalam pernyataannya pada Senin (17/6) seperti dikutip Holopis.com.

Jika memang ditemukan adanya penerima bansos dari daftar pemblokiran pelaku judi online, Muhadjir menyebut bahwa pihaknya akan melakukan upaya rehabilitasi.

Penerbit Iklan Google Adsense

“Kalau ada yang penerima bansos, ya akan kita tangani itu. Karena bagaimanapun tidak bisa (diblokir), mereka menerima bansos. Orang miskin kok, ikut terima bansos, jadi tidak hanya mereka yang kita bantu sebagai korban judi online, tapi juga mereka yang mungkin terima bansos bisa saja kalau mereka ternyata juga ikut main judi ini,” jelasnya.

Rehabilitasi tersebut, jelas Muhadjir lebih lanjut, dilakukan dengan koordinasi pihaknya bersama Menteri Sosial, Menteri Kesehatan dan Menteri PPA.

Muhadjir hingga kini masih menunggu perkembangan terkait korban terdampak dari pemain judi online.

“Kemudian, setelah penindakan itu rehabilitasi, rehabilitasi korban. Tadi yang saya sebut korban judi tadi itu perlu direhabilitasi. Dan itulah tugas Menko PMK bersama dengan Mensos, Menkes dan Menteri PPA,” jelas dia.

“Jadi tugas saya itu sebetulnya tugas yang paling terakhir aja. Kita tunggu nanti bagaimana pencegahannya, apa hasil penindakannya, siapa yang jadi korban dari hasil penindakan itu, itu nanti jadi urusan saya,” tambahnya.

Temukan kami juga di Google News

Baca Juga :

BERITA LAINNYA

Pegi Setiawan Tegaskan Gak Kenal Aep Saksi Kasus Vina Cirebon

Pegi Setiawan secara terang-terangan menegaskan bahwa dirinya memang tidak mengenali Aep selaku saksi mata kasus Vina Cirebon. Bahkan, Pegi juga merasa bingung mengapa Aep mengenali dirinya.

Walkot Semarang Mbak Ita Dicegah ke Luar Negeri, Jadi Tersangka KPK?

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah. Setidaknya ada tiga...

Ingat! Caleg Terpilih Belum Lapor Harta Kekayaan Tak Akan Dilantik

Calon anggota legislatif (caleg) terpilih di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tidak akan dilantik, apabila belum menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang Resmi Bebas Hari Ini

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang telah resmi keluar dari penjara, dan kembali menghirup udara bebas pada hari ini, Rabu (17/7).

Muhaimin Resmi Dijebloskan ke Penjara Mulai Hari Ini

Tersangka kasus dugaan suap kepada mantan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba, Muhaimin Syarif atau Ucu saat dipajang dalam konferensi pers penahanan oleh KPK hari ini.

Terbukti Terima Suap Dana PEN Muna, Eks Dirjen Kemendagri Ardian Divonis 4,5 Tahun Penjara

Mantan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Mochamad Ardian Noervianto divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, dengan hukuman empat tahun dan enam bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.
Presiden dan Wakil Presiden 2024 - 2029
Sudaryono Jateng Satu
Munas 10 Forum Zakat

HOLOPIS FEEDS