Selasa, 18 Juni 2024
BerandaNewsPolhukamPPP Bimbang Mau Jadi Oposisi, Ada yang Ajak Koalisi?

PPP Bimbang Mau Jadi Oposisi, Ada yang Ajak Koalisi?

HOLOPIS.COM, JAKARTA – PPP hingga saat ini mengakui belum menentukan arah partai mereka dalam pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Jangan Lupa Berkurban !Cari Hewan Kurban Kuy Bareng Holopis.com

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono berdalih, saat ini pihaknya masih sibuk mengurus sengketa Pemilu demi lolos ke parlemen.

“Hari ini yang paling utama adalah soal konsolidasi nasional untuk Pilkada, dan untuk mendorong bagaimana perjuangan kita bisa lolos ke parlemen,” kata Mardiono dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Jumat (7/6).

Mardiono kemudian menyiratkan bahwa dalam internal PPP hari ini masih berbeda pendapat untuk menentukan berada di oposisi atau tetap bertahan di pemerintahan.

Adsense

“Namanya demokrasi ya. Anak saya saja lima itu beda-beda, kalau ada yang minta ke pantai dan ada yang minta ke taman mini, ya pasti demokrasi kita enggak akan bulat,” ujarnya.

Perbedaan itu diklaim Mardiono, masih dalam batas yang wajar sehingga pihaknya belum bisa memutuskan sampai dengan saat ini.

“Karena di setiap negara demokrasi itu enggak ada yang bulat, tetapi kalau ada perbedaan, itu akan kita selesaikan ke arah keputusan yang sama,” jelasnya

Meski begitu, Mardiono pun mengaku kemungkinan untuk bergabung ke pemerintahan mendatang cukup besar bergantung hasil rapat pimpinan nasional IX selesai.

“Nanti kalau ternyata mengemuka di dalam rapat ini, ya bisa saja nanti diputuskan. Rapat ini terbuka luas, tidak menutup hak-hak mereka. Sebagai hak kedaulatan, tentu kita berikan ruang yang luas,” jelasnya.

Dalam Rapimnas ke IX, beberapa agenda menjadi fokus pembahasan PPP. Salah satunya adalah peran penting PPP dalam penyelenggaraan Pilkada 2024, termasuk pencalonan kader PPP di berbagai daerah.

Diberitakan sebelumnya, Sandiaga Uno terus menerus mendorong PPP agar segera menyatakan sikap untuk bergabung ke pemerintahan yang akan dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Mantan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP itu menyebut, dengan perolehan suara yang terancam tidak bakal lolos ke parlemen, bergabung ke pemerintahan menjadi salah satu pilihan yang cukup realistis saat ini.

“Saya telah memberikan masukan kepada jajaran pimpinan bahwa PPP, insyaallah adalah partai yang akan lolos dengan suara terkecil. Saya menyarankan untuk melengkapi dan memperkuat pemerintahan Pak Prabowo dan Pak Gibran,” kata Sandiaga dalam keterangannya pada Senin (6/5).

Sandiaga yang rela meninggalkan Gerindra dan mendukung pasangan Ganjar-Mahfud dalam Pilpres 2024 itu pun kemudian membawa-bawa nama partai sebagai alasan untuk bergabung dalam pemerintahan.

“Nama partai sudah mengisyaratkan persatuan dalam pembangunan, jadi kita harus berkontribusi dalam pembangunan,” klaimnya.

Temukan kami juga di Google News
BERITA LAINNYA

Muhadjir Effendy Bela Korban Judi Online, Minta Rekeningnya Tak Diblokir

Menko PMK Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa dari sekian ribu rekening pelaku judi online yang diblokir kemungkinan besar bisa saja penerima bansos.

Habib Syakur Anggap Wacana Bansos untuk Korban Judol Tujukkan Bobroknya Komunikasi Istana

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid memberikan kritikan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam hal ini Kemenko PMK Muhadjir Effendy yang mewacanakan pemberian bantuan sosial (Bansos) kepada korban judi online (judol).

Ini Tampang Eks Anggota Kodam Brawijaya yang Bergabung ke Teroris Papua

Aparat gabung TNI Polri telah menembak mati seorang desertir atau eks anggota TNI Danis Murib saat proses pengejaran teroris Papua pimpinan Undius Kogoya.
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024 - 2029

HOLOPIS FEEDS