Duh, Ada Dugaan Praktik Monopoli Pinjol Pendidikan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan adanya sejumlah pelanggaran terkait Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau yang lebih dikenal dengan pinjaman online atau pinjol dalam dunia pendidikan.

Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa menyampaikan, bahwa dugaan tersebut berdasarkan kajian yang telah dilakukan pihaknya sejak Februari 2024, dengan menghadirkan berbagai pihak terkait.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Beberapa pihak tersebut di antaranya, yakni regulator pendidikan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perguruan tinggi, hingga para pelaku usaha di industri layanan pinjaman, baik itu perbankan maupun pinjol.

“Dari proses tersebut, hasil kajian KPPU menunjukkan bahwa pelaku usaha pinjol telah menetapkan suku bunga pinjaman yang sangat tinggi, jauh lebih tinggi daripada suku bunga pinjaman perbankan, baik pinjaman produktif maupun konsumtif,” ujar Asa dalam keterangannya, Jumat (22/3) yang dikutip Holopis.com.

- Advertisement -

Dia pun menjelaskan, bahwa pihaknya juga melakukan perbandingan suku bunga pinjaman pendidikan di berbagai negara. Hasilnya bunga pinjaman dari pinjol untuk pendidikan di Indonesia jauh lebih tinggi ketimbang negara lain.

“Dengan menerapkan suku bunga yang tinggi, KPPU menduga bahwa pelaku usaha pinjol telah melakukan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat di pasar tersebut,” paparnya

Dengan demikian, lanjut Asa, pihaknya memutuskan untuk melanjutkan kajian tersebut dengan melakukan penyelidikan awal pada 20 Maret 2024. Penyelidikan itu dimaksudkan untuk mencari alat bukti pelanggaran beserta kejelasan atas dugaan pelanggaran yang ada.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis