Sidang Isbat Digelar Hari Ini, Ada Potensi Perbedaan Awal Ramadan?

530
0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi pada hari ini, Minggu (10/3). Sidang isbat tersebut dijadwalkan digelar di Auditorium HM Rasjidi Kemenag, Jakarta Pusat.

Adapun keputusan sidang isbat ini akan mengacu pada hasil pantauan atau rukyatul hilal yang digelar di 134 lokasi di seluruh Indonesia, yang lokasinya telah ditentukan oleh Kemenag.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan sidang isbat akan digelar secara hybrid, yakni secara daring dan luring. Sehingga masyatakat dapat memperoleh kepastian terkait pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan.

“Sidang isbat ini merupakan layanan keagamaan bagi masyarakat untuk mendapat kepastian mengenai pelaksanaan ibadah,” ucap Kamaruddin dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Holopis.com.

Nantinya, sidang isbat ini akan melibatkan Tim Hisab dan Rukyat Kemenag, serta dihadiri oleh perwakilan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam, serta sejumlah duta besar negara sahabat.

Sidang isbat itu juga akan melibatkan perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan para tamu undangan lainnya.

- Advertisement -

Kemenag turut juga turut mengundang pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi VIII RPR RI untuk hadir pada sidang isbat tersebut.

Melalui sidang isbat ini, pemerintah akan menetapkan tanggal 1 Ramadan 1445 Hijriah, yang menjadi awal pelaksanaan ibadah wajib puasa Ramadan.

Adapun di tahun ini, tanggal 1 Ramadan berpotensi akan berbeda dengan Muhammadiyah, yang sejauh ini telah menetapkan 1 Ramadan 1445 Hijriah jatuh pada hari Senin, 11 Maret 2024. Hal itu sebagaimana disampaikan Menteri Agama, Yaqut Cholil Quomas.

Oleh sebab itu, ia pun mengimbau kepada seluruh umat Islam agar tetap menjaga nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dan toleransi jika nantinya terjadi perbedaan.

“Umat Islam diimbau untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan toleransi dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi,” sebut Yaqut, Rabu (6/3).

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU