15 Anggota TNI Ditahan Usai Hajar Relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali

532
0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kadispenad, Brigjen Kristomei Sianturi menyampaikan, bahwa sebanyak 15 orang anggota TNI AD dari Yonif 408/Suhbrastha Boyolali telah ditahan akibat keterlibatan mereka dalam dugaan kasus penganiayaan terhadap relawan pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Boyolali.

Penganiyaan dipicu adanya aksi tak terima dari beberapa oknum TNI yang kesal karena knalpot iring-iringan pendukung Ganjar yang dianggap mengganggu.

Akibat dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan anggota Yonif 408/Suhbrastha itu, tujuh orang jadi korban. Dari jumlah itu 5 orang sudah bisa kembali ke rumahnya masing-masing dengan status rawat jalan.

Saat ini, Denpom IV/4 Surakarta telah menahan 15 oknum prajurit TNI yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali, Jawa Tengah. Penahanan dilakukan guna mendalami keterlibatan para pelaku.

“Atas kejadian ini dan telah memerintahkan Danyonif Raider 408/Sbh dan Denpom IV/4 Surakarta untuk menahan 15 prajurit terduga kasus penganiayaan guna memeriksa, menyelidiki dan mendalami keterlibatan oknum prajurit tersebut,” kata Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi kepada wartawan di Jakarta, Minggu (31/12) seperti dikutip Holopis.com.

Brigjen TNI Kristomei memastikan, bahwa pihaknya akan mengusut insiden pengeroyokan ini sesuai proses hukum dan prosedur yang berlaku. “KSAD melalui Pangdam IV/Diponegoro, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Boyolali atas kejadian ini,” imbuh dia.

- Advertisement -

Lebih jauh, Kristomei menegaskan pihaknya tidak akan pandang bulu dalam menindak setiap prajuritnya yang melakukan pelanggaran. Dengan memastikan hukum ditegakan sesuai perundang-undangan yang berlaku.

“Komitmen Pimpinan TNI AD untuk menegakkan aturan hukum yang berlaku, oleh karenanya siapapun nanti oknum anggota yang terbukti bersalah dalam kasus penganiayaan tersebut. Tentu akan diambil langkah dan tindakan tegas sesuai aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyesalkan insiden kekerasan terhadap relawan Ganjar yang melibatkan anggota TNI tersebut.

“Pesan suara rakyat itulah suara kebenaran dan sebaiknya seluruh tim pemenangan fokus di dalam memenangkan hati rakyat dengan cara yang berkeadaban. Tidak boleh dengan cara-cara yang emosional,” ujar petinggi partai Banteng itu.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU