HOLOPIS.COM, JAKARTA – PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) mengeluarkan pernyataan sikap, terkait dengan kondisi yang terjadi antara Palestina dan Israel.
Pernyataan sikap tersebut, ditandatangani oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, Senin (9/10).
Pernyataan resmi PBNU itu, sebagai bentuk keprihatinan dan mengajak semua umat untuk menyerukan resolusi damai.
Berikut ini 7 poin pernyataan sikap PBNU :
1. Menyampaikan penyesalan dan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya eskalasi konflik dan kekerasan antara Israel dan Palestina di Kawasan Jalur Gaza
2. Menyerukan agar konfik dan kekerasan yang telah menimbulkan jatuhnya korban kemanusiaan tersebut segera dihentikan dengan segala daya upaya.
3. Menyerukan kepada masyarakat internasional agar bertindak dengan lebih tegas (decisive) dalam mengupayakan penyelesaian yang adil atas konflik Israel-Palestina sesuai hukum dan kesepakatan internasional yang ada.
4. Menyerukan kepada Anggota Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tidak menggunakan hak veto dalam membela satu pihak dalam tragedi kemanusiaan yang berkepanjangan tersebut.
5. Menyerukan berkepanjangan agari tersebut. identitas dan seruan-seruan keagamaan tidak digunakan untuk dan memupuk kekerasan dan menyuburkan permusuhan dan kebencian, termasuk dalam kaitan dengan konfik Israel-Palestina
6. Menyerukan agar inspirasi agama tentang rahmah, persaudaraan dan keadilan universal dikedepankan demi mengupayakan resolusi konflik di semua tingkatan, baik di struktur politik maupun di tingkat komunitas
7. Menyerukan kepada umat Islam dan warga Nahdlatul Ulama untuk melakukan shalat ghaib dan doa bersama guna mendoakan arwah yang meninggal disebabkan eskalasi kekerasan serta mendoakan agar jalan perdamaian dan keadilan dapat segera diwujudkan.

