HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir merendam sejumlah rumah warga yang ada di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi.
“Kondisi itu berdampak pada 150 kepala keluarga dan menyebabkan 10 jiwa mengungsi,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Jumat (5/6).
“Selain itu, sebanyak 150 unit rumah terdampak, dan proses pendataan masih terus dilakukan,” imbuhnya.
Wilayah terdampak meliputi Desa Ake Ici, Fidi Jaya, Wedana, dan Nurweda di Kecamatan Weda. BPBD Kabupaten Halmahera Tengah bersama Dinas Pekerjaan Umum melakukan penanganan darurat melalui normalisasi drainase di wilayah Kota Weda guna mempercepat surutnya genangan dan memulihkan aktivitas masyarakat.
Abdul menyebut bahwa proses asesmen dan pendataan terhadap warga maupun kerugian materiil masih terus dilakukan oleh BPBD bersama instansi terkait.
“Sementara upaya penanganan di lokasi terdampak masih berlangsung,” imbuhnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca panas disertai angin kencang, sementara sebagian wilayah lainnya masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan maupun bencana hidrometeorologi.
Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan, selalu memantau informasi resmi dari pemerintah dan BPBD setempat, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi ancaman bencana di lingkungan sekitarnya.
“Pemerintah daerah juga diharapkan memastikan kesiapan personel, peralatan, serta langkah-langkah mitigasi, khususnya di wilayah yang memasuki musim kemarau dan rawan kebakaran hutan dan lahan. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat upaya pencegahan serta penanganan bencana,” imbaunya.
“Kesiapsiagaan, deteksi dini, dan respons cepat seluruh unsur merupakan kunci utama untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana, sehingga keselamatan masyarakat dapat terjaga dan proses pemulihan dapat berlangsung optimal,” tambahnya.

