Selasa, 25 Juni 2024
BerandaNewsPolhukamProDem Minta Polrestabes Makassar Tak Cepat Simpulkan Basman Bunuh Diri

ProDem Minta Polrestabes Makassar Tak Cepat Simpulkan Basman Bunuh Diri

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Makassar, Ibrahim Mappasomba mengharapkan kepada jajaran reserse kriminal Polrestabes Makassar untuk tidak buru-buru menutup kasus kematian Basman Nafa Yaskura (15) dan menyimpulkan bahwa ia meninggal dunia karena bunuh diri.

“Ketika banyak kejanggalan, polisi jangan terburu-buru menyimpulkan BNY bunuh diri,” kata Ibrahim dalam keterangannya kepada Holopis.com, Minggu (5/6).

Menurutnya, kisah tewasnya Basman cenderung memiliki banyak sekali kejanggalan. Pertama menurut Ibrahim adalah keberadaan item milik siswa SMP Athirah Makassar itu.

“Informasi yang saya dapat, sepatunya ada di mushalla, tasnya ada di kamar mandi terpisah, dan sementara lokasi GPS HP almarhum ada di Desa Taeng,” ujarnya.

Penerbit Iklan Google Adsense

Jika melihat dari situasi itu, Ibrahim menduga bahwa ada faktor eksternal yang mempengaruhi sehingga Basman sampai terjatuh dari lantai 8 (delapan) gedung sekolah itu. Apalagi kata dia, di hari Basman tewas, ia dikabarkan tengah membolos.

“Mungkin almarhum Basman Nafa Yaskura ini sengaja mengulur waktu untuk tidak ke sekolah, dia tidak mau masuk ke sekolah karena Basman sudah tahu ada ancaman buat dia, jadi takut kena bully temannya atau ada oknum internal maupun eksternal, tapi dia tidak berani bilang pada kedua orang tuanya, terus orang tua almarhum menekankan ke sekolah karna ada ujian pada saat itu,” ucap Ibrahim menyampaikan spekulasinya.

Selain itu semua, Ibrahim juga memberikan asumsi mengapa kasus tewasnya Basman karena bunuh diri ini bisa ditepis.

“Yang membuat bingung masyarakat biasanya kan kalau logika berpikir, orang jatuh dari ketinggian otomatis kepala yang lebih dulu mendarat dan hancur. Tapi ini kakinya yang patah, telapaknya terus tangan. Kedua lengan patah, tulang ekor juga dan bagian belakangnya ada memar,” tandasnya.

Oleh sebab itu, Ibrahim mengharapkan kepada jajaran reserse kriminal Porestabes Makassar untuk terus mendalami kemungkinan lain adanya unsur tindak pidana di dalam kasus kematian Basman.

“Polisi jangan terburu-buru menyimpulkan BNY bunuh diri, karena dapat turunkan citra Kepolisian di mata masyarakat dan tidak presisi,” pungkasnya.

Polisi menghentikan penyelidikan kasus ini, baca di halaman kedua

Temukan kami juga di Google News
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024 - 2029
Sudaryono
BERITA LAINNYA

Firli Bahuri Sebut SYL Bohong soal Terima Rp1,3 Miliar

Mantan Ketua KPK Firli Bahuri meradang dengan tuduhan Syahrul Yasin Limpo mengenai adanya penyerahan uang sebesar Rp 1,3 miliar.

Yasonna Loly Ngaku Takut Ngumpetin Harun Masiku

Menkumham Yasonna H Laoly mengklaim dirinya tidak terlibat dalam upaya pelarian kader PDIP Harun Masiku.

Tindaklanjuti Putusan PT Jakarta, Gazalba Saleh Kembali Dijebloskan KPK ke Bui ? 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menindaklanjuti putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang membatalkan putusan sela majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta yang membebaskan Gazalba Saleh.

KPK Minta 3 Orang Dicegah Keluar Negeri Gegara Terseret Kasus Korupsi APD di Kemenkes

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Direktorat Jenderal Imigrasi mencegah tiga orang bepergian ke luar negeri. Ketiga pihak yang dicegah terdiri dari ; seorang orang dokter dan dua pihak swasta.

Hotman Sebut Banyak Masyarakat Khawatir Data Perbankan Kena Dampak Ransomware PDNS

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea mengaku mendapatkan pertanyaan banyak dari masyarakat pasca insiden Pusat Data Nasional Sementara yang diserang oleh peretas...

SYL Pastikan Firli Bahuri Terima Duit Rp1,3 M

Menteri Pertanian (Mentan) periode 2019-2023 Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku telah memberikan uang kepada mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri senilai total Rp1,3 miliar.

HOLOPIS FEEDS