Satgas Pemburu Koruptor Desak BPKP Audit Khusus Menyeluruh Formula E

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Massa aksi yang mengatasnamakan diri Satuan Tugas (Satgas) Pemburu Koruptor kembali menggeruduk Kantor Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Selatan.

Dalam aksinya, mereka mendesak kepada BPKP untuk melakukan audit khusus secara menyeluruh adanya kasus adanya dugaan tindak pidana korupsi di dalam proyek penyelenggaraan Formula E oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Kami yakin BPKP perwakilan Jakarta sudah mengantongi hasil audit kerugian negara dalam proyek Formula E. Tapi jika belum, BPKP jangan menunggu lama lakukan segera audit khusus secara keseluruhan,” kata koordinasi aksi, Ali Ibrahim dalam orasinya, Jumat (17/6).

Kemudian, Ali berharap kepada BPKP juga lebih responsif melaporkan hasil audit secara update kepada masyarakat sehingga tidak ada yang merasa ditutup-tutupi lagi.

“Selanjutnya laporkan kembali ke KPK hasil audit tersebut. Transparansi sangat kita butuhkan dan kami akan terus kawal perkembangan kasus Formula E hingga koruptor masuk ke jeruji besi,” sambungnya.

Selain ke BPKP, massa Satgas Pemburu Koruptor juga menyambangi Gedung Merah Putih KPK. Mereka mendesak penyidik KPK untuk menyampaikan secara update progres penyelidikan kasus dugaan korupsi Formula E.

- Advertisement -

“KPK harus lebih jeli melihat kasus Formula E, dan kami berharap KPK bisa mengusut secara tuntas kasus Formula E dengan memanggil pihak terkait khususnya Anies Baswedan, Kadispora dan Bank DKI,” tegasnya.

Menurut dia, sah-sah saja Anies Baswedan mengklaim gelaran Formula E berjalan sukses meskipun publik juga diduga sudah mengetahui tiket-tiket penontonnya sudah diborong dan dibagikan ke para pendukungnya.

“Tapi ingat, Anies sekali lagi jangan merasa besar kepala dan jumawa karena masih ada PR di depan mata yakni proses hukum Formula E yang kini tengah digarap KPK,” terangnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU