JAKARTA, HOLOPIS.COM – Saat ini, negara India tengah menjadi target kemurkaan negara-negara Arab, seperti Arab Saudi, Qatar, Bahrain, dan Kuwait yang sampai menyebutnya sebagai negara Islamofobia.
“Pusat perbelanjaan besar di Arab Saudi menghapus produk-produk India,” demikian dikatakan oleh Sout Asia Index (5/6).
Mengapa ini bisa terjadi? Ternyata semuanya berawal dari pernyataan Juru Bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) Nupur Sharma yang disiarkan di televisi nasional.
Pernyataan dari Nupur Sharma telah membuat negara-negara Arab mendidih. Sebagai informasi, Partai Bharatiya Janata adalah partai asal dari Perdana Menteri India saat ini, Narendra Modi
Menghina Nabi Muhammad yang Menikahi Aisyah di Usia Belia
Nupur Sharma telah menghina Nabi Muhammad SAW yang menikahi Aisyah saat masih berusia muda.
“Nabi Muhammad menikahi seorang gadis berusia enam tahun, kemudian berhubungan dengannya saat usia Sembilan tahun,” katanya dalam sebuah video yang saat ini sudah dihapus oleh saluran TV terkait.
Ternyata, belum sampai keluar India saja, pernyataan tersebut sudah menimbulkan polemik secara nasional di India.
Partai Nasionalis India, Tipu Sultan (TPS) beranggapan bahwa pernyataan Sharma dapat menyebabkan bentrok di dalam negara.
— Nupur Sharma (@NupurSharmaBJP) June 5, 2022
Selain itu, Organisasi pendidikan dan budaya Islam di India, Raza Academy pun melaporkan Nupur Sharma ke pihak yang berwajib.
Melalui akun Twitternya, Sharma menjelaskan bahwa pernyataannya muncul karena penghinaan yang kerap dilakukan terhadap Dewa Siwa saat ia menghadiri acara-acara debat di televisi.
Ia mengaku tidak berniat untuk menyakiti perasaan seseorang dari agama manapun.
“Jika kata-kataku telah menyakiti perasaan relijius orang-orang, saya menarik pernyataan saya. Saya tidak pernah berniat untuk menyakiti siapapun,” kata Sharma di Twitternya.
Sebagai informasi tambahan, India saat ini memiliki hubungan dagang yang dekat dengan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang terdiri dari Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA). Selain itu, Arab juga merupakan sumber utama impor energi India.


