JAKARTA, HOLOPIS.COM – Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi tak yakin Jenderal Andika Perkasa mampu menuntaskan kasus Papua di masa kepemimpinannya nanti menjadi Panglima TNI.
“Tidak fair kalau kita harap masalah Papua bisa tuntas dalam 1 tahun, apalagi penyelesaiannya dibebankan hanya pada TNI,” kata Fahmi dalam RuangTamu Holopis Channel, Kamis (11/11).
Karena menurutnya, persoalan Papua tidak bisa dilihat dari sisi keamanan saja, karena begitu kompleksitasnya persoalan di kawasan Indonesia Timur itu. Perlu ada kolaborasi dari seluruh kementerian dan lembaga yang ada.
“Karena masalah Papua perlu tindakan komprehensif, baik good will dari pemerintah dan sebagainya,” ujarnya.
Hanya saja, ia memandang Jenderal Andika Perkasa cukup realistis dalam persoalan Papua di dalam pemaparan visi dan misinya sebagai calon Panglima TNI. Ia menilai, institusi TNI akan tetap berkontribusi aktif dalam operasi penanggulangan kelompok separatis di Papua.
“Dan Pak Andika juga sudah sampaikan apa yang akan dilakukan untuk berkontribusi dalam menyelesaikan masalah Papua. Memang pendekatan keras tidak bisa dilakukan,” tandasnya.
Perlu diketahui, bahwa Jenderal Andika Perkasa saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Ia menjadi satu-satunya perwira tinggi TNI yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon Panglima TNI.
Andika Perkasa sudah menjalani rangkaian fit and proper test dalam forum Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi I DPR RI. Kemudian hasil dari fit and proper test tersebut sudah dibawa ke forum Rapat Paripurna, dan penunjukannya sebagai calon Panglima TNI pun disetujui oleh Ketua DPR RI Puan Maharani di dalam forum tersebut.
Saat ini, Jenderal Andika Perkasa hanya menunggu saja dipanggil Presiden Joko Widodo untuk dilantik sebagai Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang sudah memasuki masa pensiun karena telah berusia 58 tahun.
Sementara itu, Jenderal Andika Perkasa pun akan mengakhiri karirnya sebagai prajurit TNI aktif pada tanggal 21 Desember 2022 mendatang. Yang artinya, menantu AM Henderopriyono itu hanya akan menjabat sebagai Panglima TNI selama 12 bulan saja.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!