Kerja sama yang disiapkan mencakup distribusi beras SPHP dan bantuan pangan bersama Bulog, LPG bersama Pertamina Patra Niaga, pupuk bersubsidi bersama Pupuk Indonesia, serta gula, beras premium dan kebutuhan pokok bersama ID FOOD.
Selain itu, KDKMP akan disiapkan untuk menyediakan layanan perbankan melalui bank-bank Himbara, pembiayaan ultra mikro melalui PNM, layanan logistik bersama Pos Indonesia, hingga obat bebas dan obat bebas terbatas melalui Kimia Farma.
Kerja sama tersebut nantinya ditindaklanjuti melalui perjanjian dengan masing-masing pihak.
Zulkifli menegaskan fungsi KDKMP bukan sekadar menjadi tempat berjualan kebutuhan sehari-hari.
“Koperasi ini bukan supermarket, tetapi infrastruktur pemerintah untuk mendukung penyaluran subsidi, bantuan pangan, gas 3 kilogram, pupuk, layanan keuangan, pembayaran listrik, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya,” kata Zulkifli.
Dengan target operasional mulai 1 Oktober 2026, pemerintah kini menghadapi tahap berikutnya: memastikan manajer, pasokan barang, dan berbagai layanan yang dijanjikan benar-benar siap berjalan di lapangan.



