Performa tim rowing putra juga menjadi jawaban atas target yang sebelumnya dicanangkan tim dayung Indonesia.
Pelatih dayung Indonesia, Muhammad Hadris, sempat mengungkapkan optimismenya terhadap peluang atlet-atlet Indonesia.
Optimisme tersebut didasarkan pada catatan waktu yang cukup baik selama sesi heat dan latihan.
Namun, perjuangan Indonesia pada nomor-nomor dayung tidak semuanya berakhir dengan podium.
Salah satunya terjadi pada pasangan Febrian/La Memo di nomor ganda putra sculls.
Keduanya finis di posisi keempat dengan catatan waktu 6 menit 14,42 detik.
Hadris menyebut start menjadi salah satu bagian yang membuat pasangan tersebut kehilangan momentum.
“Harusnya pas starts mereka bareng dengan China, Uzbekistan, India, tapi mereka sudah missed,” kata Hadris.
Ia menilai selisih tersebut sebenarnya masih bisa dikejar karena perbedaan waktu dengan para pesaing sangat tipis.
“Kalau dilihat catatan waktunya, yang kurang dari kecepatan di 500 meter pertama tadi. Kalahnya cuma satu detik,” ujarnya.
Hasil berbeda akhirnya diraih pada nomor Men’s Four.
Ihram, Maulana Reni Setia, Febrian, dan Nemo mampu menjaga laju perahu hingga garis finis.
Dengan waktu 5:47.90, mereka memastikan Indonesia berada di posisi kedua.




