Kesehatan
Sering Lemas dan Pusing Saat Cuaca Panas, Bisa Jadi Tubuh Mulai Kepanasan
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Cuaca panas sering membuat tubuh terasa lebih cepat lelah. Baru beraktivitas sebentar, badan sudah terasa lemas, kepala pusing, mulut kering atau muncul rasa ingin segera beristirahat.
Kondisi tersebut jangan selalu dianggap sebagai kelelahan biasa. Paparan panas dapat membuat tubuh kehilangan cairan dan bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu normal. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan akibat panas seperti dehidrasi dan heat exhaustion.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut paparan panas dapat meningkatkan risiko dehidrasi, heat exhaustion hingga heatstroke. Cuaca panas ekstrem juga dapat memperburuk sejumlah kondisi kesehatan yang sudah dimiliki seseorang.
Lemas dan Pusing Bisa Jadi Tanda Tubuh Kekurangan Cairan
Saat cuaca panas, tubuh mengeluarkan keringat untuk membantu menurunkan suhu. Cairan yang hilang melalui keringat perlu digantikan agar tubuh tetap terhidrasi.
Kementerian Kesehatan menyebut pusing, kelelahan atau kurang energi, jarang buang air kecil, serta mulut, bibir dan mata yang terasa kering sebagai beberapa tanda umum dehidrasi.
Karena itu, jangan menunggu sampai merasa sangat haus untuk mulai memperhatikan asupan cairan. Minum secara berkala dan lebih perhatikan kebutuhan cairan ketika sedang berada di tempat panas atau banyak berkeringat.
Selain kehilangan cairan, tubuh juga dapat mengalami tekanan akibat panas. WHO menjelaskan bahwa tubuh harus bekerja lebih keras untuk membuang panas ketika suhu lingkungan tinggi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko heat exhaustion dan heatstroke.
Keluhan seperti sakit kepala, lemas, pusing, kram hingga rasa tidak nyaman akibat panas perlu diperhatikan, terutama jika muncul setelah seseorang lama berada di lingkungan yang panas.
Jangan Tunggu Sampai Kondisinya Makin Parah
Cara paling sederhana untuk mengurangi risiko gangguan akibat panas adalah mengurangi paparan ketika suhu sedang tinggi. WHO menyarankan menghindari aktivitas berat pada waktu terpanas, mencari tempat teduh atau ruangan yang lebih sejuk, serta menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Gunakan pakaian yang ringan dan longgar agar tubuh lebih mudah melepaskan panas. Jika berada di luar ruangan dalam waktu lama, berikan tubuh kesempatan untuk beristirahat di tempat yang lebih sejuk.
Kondisi yang lebih serius perlu mendapat perhatian. Heatstroke merupakan keadaan darurat medis yang dapat terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu mengendalikan suhu. WHO menyebut kondisi ini dapat menyebabkan dampak kesehatan berat dan memiliki risiko kematian yang tinggi jika tidak segera ditangani.
Jadi, ketika cuaca sedang panas dan tubuh mulai terasa pusing, lemas, mual atau mengalami kebingungan, jangan dipaksakan untuk terus beraktivitas. Segera pindah ke tempat yang lebih sejuk dan cari pertolongan medis jika gejalanya berat atau memburuk.
ARTIKEL TERKAIT
- Wilayah di Indonesia Kena Cuaca Panas, Ada Tempat Kalian?
- Rekomendasi Obat Flu Agar Sambut Tahun Baru dengan Sehat
- Jangan Begadang dan Kebanyakan Gula Jika Tak Ingin Cepat Mati
- Cuma Kurang Tidur 2 Hari, Wajah Bisa Terlihat Lebih Tua? Ini Penjelasannya
- Makan Banyak Tapi Masih Tetap Kurus? Ini Penyebabnya