Robot Humanoid Jardin Hadir di Jakarta, Bisa Ngobrol hingga Berjalan Sendiri

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Robot humanoid berbasis artificial intelligence (AI) turut menarik perhatian pengunjung Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Robot setinggi 173 sentimeter bernama Jardin itu mampu menyapa pengunjung, memberikan informasi, hingga menjawab pertanyaan secara langsung.

Dalam demonstrasinya, Jardin memperkenalkan dirinya sebagai robot yang dibekali AI dan teknologi robotika untuk berinteraksi dengan manusia. Robot tersebut dapat membantu menyampaikan informasi mengenai acara, perkembangan ekonomi dan keuangan Indonesia, serta sistem pembayaran digital, termasuk QRIS.

“Hai, saya Jardin. Saya adalah robot yang dibekali kecerdasan buatan atau artificial intelligence dengan teknologi robotika untuk menghadirkan interaksi dengan manusia. Saya hadir untuk membantu menyampaikan informasi mengenai acara ini,” ujar Jardin saat menyapa Holopis.com, Jumat (25/9).

Jardin dikembangkan oleh PT SARI Teknologi Global yang didirikan oleh Yohanes Kurnia Widjaja. Menurut Yohanes, Jardin merupakan robot humanoid tipe guidance atau pusat informasi yang dirancang untuk kebutuhan pramutamu atau hospitality concierge.

“Ini adalah jenis robot humanoid tipenya adalah guidance ataupun information center. Atau kita bilang hospitality concierge,” kata Yohanes.

Dalam menjalankan fungsinya, Jardin dapat menghampiri dan menyapa pengunjung, memberikan informasi, hingga melakukan interaksi secara fisik seperti bersalaman. Kemampuan berbicaranya juga memungkinkan pengunjung mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban secara langsung.

Sistem tanya jawab tersebut menggunakan Large Language Model (LLM) yang merupakan jenis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memahami, memproses, dan menghasilkan bahasa manusia secara alami. Sehingga selain dapat berbicara, Jardin juga memiliki kemampuan mendengarkan suara dan mengenali orang saat berinteraksi.

Selain berkomunikasi, Jardin mampu berjalan secara otonom dan melakukan sejumlah gerakan atraksi ringan seperti menari. Teknologi tersebut juga membantu robot menjaga keseimbangan saat berjalan.

Untuk pengoperasiannya, Jardin dapat digunakan sekitar dua hingga tiga jam dan membutuhkan waktu pengisian daya sekitar satu jam. Saat dalam kondisi diam, robot masih dapat berbicara dan melakukan sejumlah aksi.

Kehadiran Jardin menjadi bagian dari konsep pemanfaatan AI dalam bentuk fisik atau physical world yang diusung Bank Indonesia (BI). Menurut Yohanes, konsep tersebut memungkinkan AI dihadirkan dalam bentuk robot yang dapat berinteraksi langsung dengan manusia.

“Alasan khusus adanya robot di acara ini adalah karena memang Bank Indonesia mengusung konsep AI di dalam physical world. Di mana AI yang ada itu mampu dihadirkan dalam bentuk orang,” ujar Yohanes.

Menurut Yohanes, robot humanoid juga telah diterapkan di sejumlah sektor, seperti manufaktur, hotel, pusat perbelanjaan, tempat umum, hingga institusi kepolisian. Penggunaannya antara lain untuk menyambut pengunjung, menjadi operator, memberikan informasi, hingga melakukan atraksi.

Selain Jardin, FEKDI x IFSE 2026 juga menampilkan robot berbentuk anjing milik Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Robot tersebut mampu menirukan sejumlah perilaku anjing, seperti menggonggong, melompat, dan tiarap.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Vhina Noviyanti
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU