Internasional
Reformasi Guru Kamboja Mulai Dongkrak Hasil Belajar Siswa
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Reformasi pendidikan di Kamboja mulai menunjukkan hasil yang terukur. Setelah beberapa tahun memperkuat pendidikan dan kompetensi guru, capaian siswa negara itu dalam asesmen internasional PISA 2025 mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan hasil 2022.
Nilai membaca siswa Kamboja naik 18 poin, matematika meningkat 30 poin, sedangkan sains melonjak 35 poin. Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikasi awal bahwa perubahan pada kualitas tenaga pendidik mulai memberi pengaruh terhadap proses pembelajaran di ruang kelas.
“Guru adalah jantung dari pembelajaran. Kita harus terus berinvestasi pada guru, bukan hanya melalui pendidikan awal, tetapi sepanjang karier mereka,” kata Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kamboja, Hang Chuon Naron, dalam peringatan Hari Guru Sedunia di Phnom Penh, Senin (5/10).
Pendidikan Guru Diubah dari Dasar
Hasil PISA tersebut muncul setelah Kamboja melakukan perubahan pada sistem pendidikan guru. Salah satu langkah terbesarnya adalah memperpanjang pendidikan awal bagi guru sekolah dasar menjadi program sarjana selama empat tahun.
Pemerintah juga membuka jalur satu tahun bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memasuki profesi guru. Jalur ini mulai menghasilkan lulusan baru pada 2025, ketika lebih dari 5.000 guru sekolah dasar direkrut melalui skema tersebut.
Perubahan itu merupakan bagian dari Strengthening Teacher Education Programmes in Cambodia (STEPCam), program senilai 27,02 juta dolar AS yang dijalankan Kementerian Pendidikan Kamboja bersama UNESCO dengan dukungan Global Partnership for Education.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa reformasi tidak hanya diarahkan pada penambahan jumlah guru, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan sebelum seseorang masuk ke ruang kelas.
Kompetensi Guru Terus Diperbarui
Peningkatan kualitas guru juga dilanjutkan setelah mereka mulai mengajar. Sistem pengembangan profesional yang dibangun melalui STEPCam kini mencakup 84 kursus terakreditasi dari 11 penyedia.
Guru dapat mengikuti pelatihan untuk menambah kompetensi sekaligus memperoleh kredit yang dapat mendukung perkembangan karier. Pola ini membuat peningkatan kemampuan tidak berhenti ketika seorang guru menyelesaikan pendidikan formal.
Kamboja juga mulai menyesuaikan kompetensi guru dengan perubahan teknologi. Pemerintah sedang menyusun National ICT and AI Competency Framework for Teachers sebagai pedoman untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran.
Dampaknya Mulai Terlihat di Kelas
Kenaikan skor PISA menjadi bagian yang paling menarik dari rangkaian reformasi tersebut. Meski hasil asesmen tidak dapat sepenuhnya dikaitkan dengan satu kebijakan, peningkatan pada tiga bidang sekaligus memberikan sinyal positif bagi perubahan sistem pendidikan Kamboja.
Perhatian terhadap guru kemudian menjadi tema utama peringatan Hari Guru Sedunia 2026 di negara tersebut. Sekitar 1.300 guru, pemimpin pendidikan, dan mitra pembangunan berkumpul di Phnom Penh untuk membahas peran pendidik dalam menyiapkan generasi menghadapi tuntutan abad ke-21.
UNESCO juga menyoroti pentingnya status dan kondisi kerja guru. Momentum tahun ini sekaligus menandai 60 tahun rekomendasi ILO/UNESCO mengenai Status Guru, yang menekankan perlunya persiapan profesional, pengakuan, otonomi, dan lingkungan kerja yang memungkinkan guru menjalankan tugasnya secara optimal.
Bagi Kamboja, perubahan tersebut menjadi bagian dari agenda yang lebih besar. Pemerintah menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi strategi pembangunan menuju visi menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2050.
ARTIKEL TERKAIT
- Thailand Apresiasi Peran China dalam Redam Ketegangan Perbatasan dengan Kamboja
- Guru PPPK Apresiasi Penyaluran TPG Langsung dari Pusat: Cepat, Transparan, dan Tepat Sasaran
- Kapan Hari Guru Nasional 2025? Begini Sekelumit Catatan Pentingnya
- Prabowo: Kalau Guru Keras, Jangan-jangan Anakmu yang Nakal
- 2.752 WNI Terjebak Sindikat Scam di Kamboja, Angka Terus Bertambah