Jika mengacu pada mekanisme kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, peringkat FIFA menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan negara yang harus memulai perjuangan dari putaran pertama.
Pada kualifikasi sebelumnya, Indonesia harus melewati putaran pertama karena belum termasuk dalam kelompok negara Asia dengan peringkat FIFA terbaik.
Ketika pengundian berlangsung, skuad Garuda berada di peringkat ke-150 dunia dan menempati urutan ke-28 di Asia.
Dalam format tersebut, sebanyak 26 negara Asia dengan peringkat terbaik memperoleh kesempatan langsung tampil di putaran kedua.
Indonesia pun harus berjuang melewati tahapan awal sebelum melanjutkan perjalanan ke fase berikutnya.
Kini, situasinya berpotensi berbeda. Peringkat Indonesia yang semakin membaik membuka kemungkinan skuad Garuda memperoleh jalur yang lebih menguntungkan.
Meski demikian, peluang tampil langsung di putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2030 belum bisa dipastikan hanya berdasarkan posisi Indonesia saat ini.
Kepastian tersebut tetap bergantung pada regulasi resmi FIFA dan AFC, mekanisme penentuan peserta, serta daftar peringkat yang digunakan ketika pengundian dilaksanakan.
Artinya, kenaikan peringkat FIFA menjadi modal positif, tetapi belum otomatis menjamin Indonesia terbebas dari putaran pertama.
Selain peluang memulai dari putaran kedua, posisi Indonesia dalam pengundian juga menjadi perhatian.
Berdasarkan prediksi yang beredar, skuad Garuda berpotensi menempati pot ketiga apabila komposisi pot nantinya ditentukan menggunakan mekanisme dan peringkat yang sesuai dengan perkiraan tersebut.
Indonesia diprediksi berada satu kelompok dengan sejumlah negara Asia, seperti Malaysia, Filipina, Kyrgyzstan, Lebanon, Korea Utara, Kuwait, dan India, serta satu tim yang lolos melalui jalur playoff.
Komposisi tersebut masih berupa prediksi, bukan daftar resmi peserta pengundian kualifikasi Piala Dunia 2030.



