Perjuangan Kirim BBM ke Pedalaman, Pesawat Khusus Dikerahkan Demi Wilayah 3T

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) tetap menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) meski harus menempuh jalur ekstrem. Salah satu upaya nyata terlihat di Kalimantan Utara dengan pengiriman BBM dilakukan menggunakan pesawat khusus.

Langkah itu menjadi bagian dari program BBM Satu Harga untuk menjamin keadilan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menjelaskan bahwa distribusi BBM ke wilayah 3T adalah tanggung jawab negara.

“Ini (penyediaan BBM) merupakan tugas negara dalam rangka menyiapkan dan distribusi BBM hingga ke wilayah 3T. Wilayah tersebut bukan wilayah yang mudah dijangkau,” kata Wahyudi, dalam keterangannya, Minggu, (29/3/2026).

Wilayah-wilayah ini dikenal memiliki akses terbatas, sehingga membutuhkan strategi distribusi khusus.

Untuk menembus medan sulit, distribusi BBM dilakukan dengan berbagai moda transportasi di
jalur darat, jalur laut, hingga jalur udara

- Advertisement -

Salah satu yang paling menantang adalah pengiriman menggunakan pesawat jenis Air Tractor dari Bandara Juwata menuju Bandara Yuvai Semaring di wilayah perbatasan dengan Malaysia.

Pengiriman BBM melalui udara bukan tanpa risiko. Selain medan ekstrem, bahan bakar yang diangkut juga sangat mudah terbakar.

“Dengan effort (upaya keras) dan resiko yang sangat tinggi untuk dapat mengirimkan BBM bagi masyarakat yang benar-benar sulit terjangkau,” ujar Wahyudi.

Pesawat Air Tractor yang digunakan memiliki kapasitas 3.000 liter Biosolar, 4.000 liter Pertalite.

Dalam sehari, pengiriman bisa dilakukan hingga tiga kali penerbangan.

Wahyudi juga mengapresiasi Pertamina Patra Niaga yang terus menjaga distribusi BBM hingga ke pelosok.

“Perlu diberikan apresiasi atas segala upaya yang dilakukan, karena BBM ini adalah barang yang flammable (mudah terbakar) dan ini dikelola oleh transportasi pesawat khusus, Air Tractor yang disewa oleh Pertamina Patra Niaga untuk melakukan pengiriman BBM ke wilayah 3T,” kata dia.

Tak hanya itu, pilot yang mengoperasikan pesawat ini juga harus memiliki sertifikasi khusus karena risiko tinggi dalam penerbangan.

Setelah tiba di bandara tujuan, BBM tidak langsung digunakan. Distribusi masih harus dilanjutkan dipindahkan ke mobil double cabin
kapasitas 1 kiloliter
disalurkan ke empat titik penyalur

Untuk wilayah seperti Krayan Selatan, distribusi darat bisa memakan waktu 2–3 hari dengan jarak 30–40 kilometer, tergantung kondisi cuaca.

Meski penuh tantangan, pemerintah memastikan program BBM Satu Harga tetap berjalan.

“Insya Allah, komitmen negara untuk hadir menyediakan BBM satu harga di wilayah 3T terus dapat dijalankan dengan baik dan lancar,” tuturnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Tim Penulis & Editor
Dani Yoga

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

(function(w,q){w[q]=w[q]||[];w[q].push(["_mgc.load"])})(window,"_mgq");

Berita Lainnya

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU