Ragam
Pasar Senen dan Jejak Seragam Aparat, dari Perlengkapan Dinas hingga Kasus Penyamaran
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Helm taktis, kacamata goggles berukuran besar, masker balaclava hitam, serta rompi dengan sejumlah kantong perlengkapan melekat pada sebuah sosok di salah satu sudut toko. Setelan bernuansa hitam dan loreng itu sekilas membuatnya tampak seperti personel yang tengah bersiap menjalankan tugas.
Namun, sosok tersebut tidak bergerak sedikit pun. Ia hanyalah sebuah manekin yang dipajang di salah satu kios lantai 2 Pasar Senen Jaya Blok 1 dan 2, Jakarta Pusat.
Jika lantai 1 dipenuhi kios kacamata, lantai 2 menawarkan beragam kebutuhan pakaian dinas, atribut kedinasan hingga perlengkapan taktikal. Sejumlah kios juga menyediakan seragam untuk berbagai profesi dan instansi.
Berdasarkan pantauan Holopis.com pada Jumat (2/10), suasana lantai 2 cenderung lebih lengang dengan hanya sesekali pengunjung melintas di antara deretan kios. Namun, kesunyian tersebut terpecah oleh deru mesin dari dalam toko, mengiringi pekerja yang sibuk memotong kain, memasang atribut hingga merapikan barang dagangan.
Deretan kios berukuran sekitar 4 hingga 20 meter persegi berjajar di sepanjang lorong berpencahayaan redup. Dari balik etalase dan gantungan pakaian, terlihat seragam serta atribut TNI dan Polri terpajang rapi. Barang-barang tersebut berdampingan dengan seragam Dinas Perhubungan (Dishub), Aparatur Sipil Negara (ASN), Satuan Pengamanan (Satpam) hingga kebutuhan perlengkapan profesi lainnya.
Beragam pakaian digantung menghadap lorong, sementara pin brevet, wing dan lencana atribut dinas militer maupun kepolisian tertata di balik etalase kaca. Pada beberapa pakaian, terlihat identitas kedinasan seperti tanda pangkat dan papan nama. Namun, sebagian lainnya memiliki desain bergaya militer tanpa mencantumkan identitas institusi tertentu.
Selain menjual produk jadi, sejumlah kios juga menyediakan jasa bordir. Mesin bordir bekerja mencetak tulisan atau tanda pada kain, di tengah tumpukan benang dan bahan pakaian di sekitar meja kerja. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari keseharian perdagangan di lantai tersebut.
Holopis.com mencoba meminta keterangan kepada sejumlah pedagang mengenai jenis barang yang dijual, asal produk, proses pengerjaan hingga pembeli yang biasanya datang. Namun, pedagang yang ditemui tidak bersedia memberikan keterangan.
Karena itu, informasi mengenai asal barang, jumlah penjualan maupun peruntukan masing-masing produk tidak dapat dikonfirmasi dari pihak penjual.
Atribut Pasar Senen Pernah Muncul dalam Sejumlah Kasus
Di balik aktivitas perdagangan tersebut, nama Pasar Senen juga pernah muncul dalam sejumlah perkara yang melibatkan orang yang mengaku sebagai anggota TNI maupun Polri. Dalam beberapa kasus, pihak yang telah diproses hukum disebut mengaku memperoleh atau membeli seragam maupun atribut di kawasan Pasar Senen untuk digunakan dalam aksinya.
Pada September 2025, misalnya, Polres Metro Bekasi menangkap seorang pria bernama Widadi yang mengaku sebagai anggota Polri berpangkat AKP. Dalam pemeriksaan, ia disebut mengaku membeli seragam polisi di Pasar Senen dengan harga sekitar Rp300 ribu. Seragam tersebut kemudian digunakan bersama kartu identitas dan KTA Polri palsu untuk meyakinkan korban.
Kasus lain terjadi pada 2023 ketika seorang pria berinisial MM mengaku sebagai Laksamana Pertama TNI AL. Dalam perkara tersebut, polisi menemukan pakaian dinas lengkap dengan sejumlah atribut. MM disebut mengaku membeli atribut TNI AL dan lencana BIN di Pasar Senen.
Pada 2019, seorang pria bernama Anselmus Dacosta juga pernah diberitakan mengaku sebagai anggota Marinir. Ia disebut membeli seragam TNI di Pasar Senen dan menggunakannya dalam aksinya menawarkan jasa perekrutan menjadi anggota TNI.
Meski demikian, penyebutan Pasar Senen dalam sejumlah perkara tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya keterkaitan antara seluruh aktivitas perdagangan di kawasan tersebut dengan tindak pidana.
ARTIKEL TERKAIT
- TNI di Papua Dibekali Edukasi Bahaya HIV, Ini Fakta Mengerikannya
- Sejarah dan Tema HUT TNI ke-78, 5 Oktober 2023
- 2025 Dianggap Jadi Tahun Pembuktian Polri Jaga Negeri
- Kodim 1710/Mimika Gelar Senam Dan Jalan Santai di HUT ke-61 Kodam XVII/Cenderawasih
- Nasir Djamil Ingin Polri Lindungi Masyarakat Hingga Ikut Jaga Keamanan Negara ASEAN