Fanani juga meminta Kapolri baru membuktikan keberpihakan kepada hukum dan masyarakat melalui kebijakan yang terukur dan dapat diawasi publik.
Menurutnya, keberhasilan kepemimpinan baru nantinya tidak hanya dapat dilihat dari stabilitas keamanan, tetapi juga dari kemampuan Polri menjamin kebebasan sipil, memberikan pelayanan yang adil, serta memastikan setiap anggota yang melanggar hukum dapat dimintai pertanggungjawaban.
“Jika Kapolri baru ini gagal membuat terobosan radikal untuk menuntaskan agenda-agenda reformasi kepolisian yang mandek, maka pergantian pucuk pimpinan ini tidak lebih dari sekadar rotasi pelindung kekuasaan,” pungkas Fanani.



