Indonesia-Prancis Dorong Percepatan Indonesia-EU CEPA
Mendag Busan juga bertemu secara bilateral dengan Menteri Delegasi Perdagangan Luar Negeri dan Daya Tarik Ekonomi Prancis, Nicolas Forissier, di sela-sela hari kedua rangkaian G20 TMM pada Kamis, (1/10). Mendag Busan meminta dukungan Prancis untuk memperlancar proses penandatanganan I-EU CEPA. Mendag Busan menilai, dukungan Prancis di tingkat Dewan Uni Eropa penting agar perjanjian dapat ditandatangani tepat waktu dan mulai berlaku pada awal 2027.
“Indonesia mengharapkan dukungan Prancis di Dewan Uni Eropa agar proses menuju penandatanganan I-EU CEPA berjalan lancar. Secara paralel, Indonesia juga terus memajukan proses di dalam negeri dengan target pemberlakuan pada awal 2027,” ujar Mendag Busan.
Mendag Busan menyampaikan, percepatan I-EU CEPA penting untuk memastikan kelancaran akses pasar seiring berakhirnya fasilitas EU Standard Generalised Scheme of Preferences (GSP) bagi Indonesia pada 2027. “Kami berharap dapat memastikan transisi yang lancar menuju CEPA. Indonesia juga mengharapkan akses pasar yang bermakna bagi sawit berkelanjutan dan turunannya, alas kaki, tekstil, serta produk perikanan,” jelas Mendag Busan.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Nicolas menyampaikan ketertarikan pelaku usaha Prancis untuk segera memanfaatkan preferensi di bidang investasi dan berharap investasi dapat berjalan dua arah.
Menteri Nicolas juga menyampaikan perhatian pelaku usaha di negaranya terkait penerapan ketentuan sertifikasi halal yang membutuhkan waktu adaptasi. Mendag Busan menyampaikan bahwa pembahasan mengenai kemungkinan penyesuaian waktu pemberlakuan regulasi masih berlangsung. Selain itu, sertifikasi halal bukan merupakan perizinan impor maupun hambatan perdagangan, melainkan kepentingan dan perlindungan konsumen.



