Polhukam
KSP Ingatkan Bahaya Medsos! Dudung Minta Waspada Ancaman Hoaks
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya informasi menyesatkan dan provokasi yang beredar di media sosial.
Peringatan ini disampaikan Dudung saat menghadiri Kongres VII Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Jakarta. Ia menilai, derasnya arus informasi saat ini bisa menjadi ancaman serius bagi persatuan dan kesatuan bangsa jika tidak disikapi dengan bijak.
Menurut Dudung, banyak konten di media sosial yang sengaja dibuat dengan bahasa provokatif untuk memecah belah masyarakat.
“Oleh karenanya mari mata, telinga kita, kita pasang untuk tetap mendengar, tetap melihat, tetapi kepada hal-hal yang positif. Tidak kemudian terbawa dengan informasi-informasi yang menyesatkan,” kata Dudung pada Kamis (30/4/2026).
Dudung menyoroti kondisi saat ini yang disebut sebagai era post truth, di mana informasi yang tidak benar bisa dianggap sebagai kebenaran jika terus diulang.
Fenomena ini dinilai sangat berbahaya karena dapat mempengaruhi cara berpikir masyarakat secara luas.
“Oleh karenanya waspada dengan setiap informasi-informasi itu,” ujarnya.
Perang Informasi Jadi Ancaman Nyata
Lebih lanjut, Dudung juga menyinggung adanya “perang informasi” yang bisa melemahkan suatu negara dari dalam tanpa disadari.
Ia mencontohkan situasi di Venezuela, di mana konflik internal membuat negara tersebut menjadi lemah dan tidak mampu memberikan perlawanan saat tekanan eksternal datang.
Hal ini, menurutnya, menjadi pelajaran penting bagi Indonesia agar tidak mudah terpecah oleh informasi yang tidak benar.
Di akhir pernyataannya, Dudung menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, seperti gotong royong, toleransi, dan nasionalisme.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu.
“Ada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang harus kita tetap pelihara, menghormati perbedaan, mendahulukan kepentingan umum, rela berkorban, pantang menyerah, gotong royong, optimisme, kekeluargaan, dan nasionalisme. Ini nilai-nilai luhur bangsa kita,” ujar Dudung Abdurachman.
Dengan meningkatnya literasi digital dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan ancaman hoaks dan provokasi bisa ditekan, sehingga persatuan bangsa tetap terjaga di tengah derasnya arus informasi digital.
ARTIKEL TERKAIT
- GP Ansor Sayangkan Ucapan Habib Rizieq ke Kepala KSP Dudung
- Sekolah Rakyat Mulai Jalan, Dudung: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah
- Viral Video Erupsi Anak Krakatau Ternyata Hoaks, Ini Penjelasan ESDM
- BGN Sayangkan Banyaknya Hoaks Seputar MBG di Medsos
- Momen Prabowo Mampir Makan Bakso di Warung Milik Mantan KSAD