Internasional

Benjamin Netanyahu Tunjukkan Intelijen Baru soal Nuklir Iran kepada Presiden UEA

Darin Brenda Iskarina
Bagikan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut membawa informasi intelijen terbaru mengenai program nuklir Iran saat bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Abu Dhabi, Minggu (27/9).

Seorang sumber Israel yang mengetahui pertemuan tersebut menyebut informasi yang dibawa Netanyahu menunjukkan adanya indikasi Iran kembali melanjutkan pembangunan program nuklirnya.

Salah satu informasi yang dibahas berkaitan dengan aktivitas pembangunan baru di kawasan yang dikenal sebagai Pickaxe Mountain, sekitar 225 kilometer di selatan Teheran. Lokasi tersebut disebut menjadi salah satu titik yang diperhatikan Israel dalam kaitannya dengan kemungkinan upaya Iran membangun kembali fasilitas program nuklirnya.

Namun, informasi tersebut merupakan penilaian dari pihak Israel dan belum menjadi konfirmasi independen mengenai aktivitas nuklir Iran di lokasi tersebut.

Pertemuan Netanyahu dan Presiden UEA Bahas Iran

Pertemuan Netanyahu dan Sheikh Mohammed berlangsung secara tertutup dan sebelumnya tidak diumumkan. Pemerintah UEA kemudian mengonfirmasi kunjungan tersebut, yang menjadi salah satu pertemuan penting antara kedua pemimpin sejak hubungan diplomatik Israel dan UEA terjalin melalui Abraham Accords pada 2020.

Kantor berita resmi UEA menyebut kedua pemimpin membahas hubungan bilateral serta upaya untuk memperkuat dan mengembangkannya. Kantor Perdana Menteri Israel juga menyatakan pembicaraan berfokus pada penguatan hubungan kedua negara dan tantangan regional.

Menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, isu Iran menjadi salah satu pembahasan utama. Kedua negara diketahui meningkatkan kerja sama keamanan di tengah ketegangan kawasan.

Pembicaraan juga disebut mencakup perkembangan di Yaman, kelompok Houthi, jalur pelayaran Bab al-Mandeb serta Selat Hormuz. Netanyahu juga disebut menyampaikan penilaian Israel bahwa Iran berpotensi melancarkan serangan di kawasan dalam beberapa pekan mendatang.

Kunjungan Berlangsung di Tengah Kontroversi Serangan 7 Oktober

Kunjungan Netanyahu ke Abu Dhabi berlangsung sekitar satu bulan sebelum pemilihan parlemen Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026. Pertemuan tersebut juga terjadi di tengah kontroversi mengenai laporan bahwa Sheikh Mohammed sebelumnya telah memperingatkan Netanyahu mengenai kemungkinan operasi besar Hamas sebelum serangan 7 Oktober 2023.

Netanyahu membantah pernah menerima peringatan tersebut. Ia menyatakan tidak pernah bertemu atau berbicara dengan kepala intelijen Mesir sebelum serangan 7 Oktober dan menilai laporan mengenai peringatan tersebut sebagai tuduhan palsu yang bermuatan politik.

Pemerintah UEA sendiri belum mengonfirmasi adanya peringatan langsung dari Sheikh Mohammed kepada Netanyahu terkait serangan tersebut. Sementara itu, isu tersebut telah menjadi bagian dari perdebatan politik di Israel menjelang pemilu.

Di tengah situasi tersebut, pertemuan Netanyahu dan Sheikh Mohammed menjadi perhatian karena berlangsung ketika isu keamanan regional, program nuklir Iran dan hubungan Israel dengan negara-negara Arab kembali menjadi sorotan.

ARTIKEL TERKAIT