Internasional
Korut Pasang Badan Bela Pemimpin Baru Iran, Serangan AS–Israel Disebut Ilegal
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah jadi sorotan Korea Utara. Negara berideologi komunis itu secara terbuka menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan baru Iran yang sekarang dipimpim Mojtaba Khemenei.
Pyongyang juga kembali mengecam keras serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat-Israel terhadap negara tersebut.
Pemerintah Korea Utara menyatakan menghormati keputusan Iran yang menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru, menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA, dengan mengutip Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara.
“Mengenai pengumuman resmi baru-baru ini bahwa Majelis Pakar Iran telah memilih pemimpin baru Revolusi Islam, kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih Pemimpin Tertinggi mereka,” demikian Juru Bicara kementerian Luar Negeri dikutip dari Aljazeera, Rabu, (11/3/2026).
Pyongyang Kecam Serangan AS–Israel
Selain menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan baru Iran, Korea Utara juga melontarkan kritik keras terhadap operasi militer yang dilakukan AS-Israel.
Pyongyang menilai serangan tersebut sebagai tindakan agresi yang melanggar hukum internasional dan memperburuk stabilitas kawasan. Menurut Pyongyang, tindakan serangan AS-Israel itu ilegal.
“Kami menyatakan keprihatinan yang mendalam dan mengutuk keras agresi Amerika Serikat dan Israel, yang dengan melancarkan serangan militer ilegal terhadap Iran merusak fondasi perdamaian dan keamanan regional serta meningkatkan ketidakstabilan di kancah internasional,” lanjut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korut.
Korut menambahkan serangan itu juga merusak sistem politik dan integritas wilayah Iran.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak bisa diterima dan seharusnya mendapat kecaman dari masyarakat internasional.
AS-Israel Perilaku Gangster
Sikap keras Korut terhadap konflik Timur Tengah sebenarnya sudah muncul sejak awal perang antara AS–Israel vs Iran pecah sekitar dua pekan lalu.
Setelah peluncuran operasi militer tersebut, Pyongyang menyebut tindakan Washington dan Tel Aviv sebagai “perilaku seperti gangster” di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu mempertegas posisi Korea Utara yang berada di pihak Iran dalam konflik yang kini menarik perhatian dunia.
Di tengah meningkatnya ketegangan global, Korut juga dilaporkan kembali menunjukkan kekuatan militernya.
KCNA melaporkan bahwa pemimpin Korut Kim Jong Un baru-baru ini mengawasi langsung uji tembak rudal jelajah strategis dari kapal perusak terbaru dan terbesar negara itu, Choe Hyon.
Dalam kesempatan itu, Kim menegaskan pentingnya perkuat kemampuan pertahanan negaranya. Ia menekankan tugas strategis untuk terus meningkatkan kekuatan militer Korut.
Dari laporan KCNA, Kim menyebut negaranya harus memelihara dan memperluas penangkal perang nuklir yang kuat dan andal.
ARTIKEL TERKAIT
- PBB Sahkan Deklarasi New York: 142 Negara Dukung Palestina, Israel Menolak
- Netizen Serang IG IOC, Buntut Indonesia Dihukum Gegara Tolak Visa Atlet Israel
- Benjamin Netanyahu Tak Mau Ada Hamas di Gaza Sesudah Gencatan Senjata
- 50 Cent Bikin Dokumenter Soal Keburukan P Diddy, Ternyata Musuh Bebuyutan?
- Rusia Desak Penghentian Serangan AS-Israel ke Iran