Ragam
Jokowi Paksa Mobil Dinas Kepresidenan Jajal Jalan Rusak di Lampung
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Jokowi akhirnya merasakan langsung kondisi rusaknya jalan di Provinsi Lampung, seperti yang sebelumnya viral di media sosial.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menggunakan mobil sedan dinas kepresidenan untuk melintasi sejumlah jalan rusak di daerah Lampung.
Akibat kondisi jalan rusak tersebut, alhasil mobil mewah Jokowi yang bernilai miliaran rupiah itu harus berjalan dengan sangat perlahan saat melintasi jalan rusak.
Sejumlah pengawal Paspampres pun terlihat ikut mengawal dengan menggunakan kendaraan yang jauh lebih mumpuni untuk melintasi jalan rusak tersebut.
Jokowi pun sebelumnya diketahui hari ini terjun langsung ke Provinsi Lampung untuk melihat sejumlah kondisi jalan rusak yang ada di pintu gerbang Pulau Sumatera tersebut.
“Saya mau pastikan lihat betul apakah yang ada di video di media itu benar. Atau ga bener,” kata Jokowi (5/5).
Mantan Wali Kota Solo itu pun mengatakan, dirinya bakal mencari tahu alasan mengapa daerah Lampung tidak banyak mengalokasikan anggarannya untuk membangun infrastruktur yang baik.
“Jadi ini kita baru mengumpulkan data data jalan jalan kab kota jalan provinsi yang rusak parah karena anggaran yang ada di provinsi dan kabupaten kota tidak banyak diarahkan kepada infrastruktur,” ungkapnya.
" data-video-id="7229587662137511194" data-embed-from="oembed" style="max-width: 605px;min-width: 325px;" >@holopiscom Jokowi akhirnya merasakan langsung jeleknya kondisi jalan di Lampung. #trending #jokowi #bersamauntukindonesia #holopiscom
ARTIKEL TERKAIT
- Tak Hanya ke Rumah Megawati, Didit Prabowo Juga Datangi Rumah Jokowi Untuk Silahturahmi Idul Fitri
- Mundur Ketum Golkar, Airlangga Ucap Terima Kasih ke Jokowi hingga Prabowo
- Uki Puji Jokowi, Walau Rutin Diserang Bekas Pendukungnya, Tren Kepuasan Publik Tetap Tinggi
- SETARA Institute Soroti Pernyataan Jokowi yang Dinilai Sepelekan Konflik di Papua
- Jokowi Sebut Indonesia Bakal Jadi Negara Maju, Tapi Kapan?