History

Ini Tema Hari Perdamaian Internasional 2025, Lengkap dengan Sejarahnya

Achmad Husin Alifiah
Bagikan:

JAKARTA – Hari Perdamaian Internasional atau International Day of Peace diperingati pada tanggal 21 September di setiap tahunnya. Dengan adanya hari besar itu, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat global tentang pentingnya hidup damai tanpa kekerasan.

Sejarah Hari Perdamaian Internasional

Hari Perdamaian Internasional ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa pada tahun 1981. Saat itu, PBB mengeluarkan Resolusi 36/67 pada tanggal 30 September 1981, yang mengharuskan diakhirinya semua peperangan.

Setelahnya, PBB pun mengumumkan hari Selasa ketiga di bulan September setiap tahunnya untuk diperingati sebagai Hari Perdamaian Internasional atau International Day of Peace.

Dua puluh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2001, Majelis Umum PBB dengan suara bulat memilih untuk menetapkan Hari tersebut sebagai periode tanpa kekerasan dan gencatan senjata.

Adapun kala itu, hari Selasa ketiga di bulan September jatuh pada tanggal 21 September. Hingga kemudian pada tahun itu juga, PBB menetapkan 21 September sebagai tanggal resmi perayaan Hari Perdamaian Internasional.

Namun sebelum itu, Hari Perdamaian Internasional sendiri pertama kali dirayakan pada tanggal 21 September 1982, yang menjadi penanda adanya langkah besar ke arah mempromosikan perdamaian dan mengangkat isu-isu tentang pentingnya upaya pemeliharaan perdamaian di seluruh dunia.

Pada tahun ini, perayaan Hari Perdamaian Internasional jatuh pada hari Sabtu 21 September 2024. Tema yang diangkat untuk perayaan tahun ini yaitu ‘Cultivating a Culture of Peace’ atau ‘Membangun Budaya Damai’.

Perayaan tahun ini juga menandai peringatan 25 tahun diadopsinya Deklarasi dan Program Aksi tentang Budaya Damai oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tema Hari Perdamaian Internasional 2025

Dikutip Holopis.com dari situs resmi PBB, Hari Perdamaian Internasional 2025 mengusung tema ‘Act Now for a Peacefil World‘ atau ‘Bertindak Sekarang untuk Dunia yang Damai’.

Tema tersebut diambil sebagai penekanan bahwa aksi nyata di tengah kondisi dunia saat ini begitu penting untuk dilakukan, demi terciptanya perdamaian.

ARTIKEL TERKAIT