Internasional

Indonesia Siap Guyur USD 1,2 Juta untuk Pengungsi Palestina

Ronalds Petrus Gerson
Bagikan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indonesia kembali menunjukkan dukungannya terhadap pengungsi Palestina dengan berkomitmen menyumbang USD 1,2 juta atau sekitar Rp21,4 miliar kepada UNRWA. Komitmen itu disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam forum tingkat menteri untuk mendukung badan PBB tersebut di New York.

Sugiono menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri pertemuan di kantor pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (24/9) waktu setempat.

Kontribusi tersebut menjadi bagian dari dukungan Indonesia terhadap Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina atau UNRWA, yang masih menghadapi tekanan keuangan dan tantangan politik.

Dalam keterangannya, Sugiono menegaskan Indonesia akan tetap melanjutkan dukungan finansial kepada UNRWA.

“Komitmen Indonesia tetap teguh dan konsisten, dan tahun ini kami akan melanjutkan kontribusi tahunan sebesar USD 1,2 juta dolar kepada UNRWA,” kata Sugiono dalam keterangannya.

Indonesia menilai keberadaan UNRWA masih dibutuhkan oleh jutaan pengungsi Palestina yang bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Karena itu, Indonesia mendorong agar UNRWA dapat menjalankan mandatnya secara penuh dan efektif.

Sugiono juga menyoroti pengambilalihan Pusat Pelatihan Kalandia milik UNRWA di Yerusalem Timur oleh tentara bersenjata Israel pada Agustus lalu.

Dalam peristiwa tersebut, sekitar 20 staf UNRWA disebut diusir secara paksa dari lokasi.

Pusat pelatihan yang berdiri sejak 1952 itu merupakan fasilitas pelatihan teknis dan kejuruan pertama UNRWA bagi pengungsi muda Palestina.

Soroti Pengambilalihan Fasilitas UNRWA

Sugiono menyebut tindakan tersebut berdampak terhadap operasional UNRWA dan berkaitan dengan prinsip perlindungan properti PBB berdasarkan hukum internasional.

“Tindakan ini menghambat operasional badan tersebut dan melanggar prinsip inviolabilitas properti PBB berdasarkan hukum internasional. Hal ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi,” tegas Sugiono.

Dalam forum tersebut, Indonesia juga mengajak negara lain untuk memperkuat dukungan terhadap UNRWA.

Menurut Sugiono, dukungan tersebut bukan hanya soal bantuan finansial, tetapi juga penghormatan terhadap mandat UNRWA yang telah diberikan kepadanya.

ARTIKEL TERKAIT