HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga menggelar diskusi aktif untuk merumuskan Indikator Sasaran Strategis Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029.
Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam membangun ekosistem industri olahraga yang mandiri dan berdaya saing.
Menurut Isnanta, semakin banyak event olahraga yang digelar masyarakat, semakin besar dampak terhadap tumbuhnya budaya olahraga dan peningkatan prestasi atlet.
“Kita mendorong masyarakat untuk aktif menggelar event olahraga, sementara pemerintah akan memberikan bimbingan dan kemudahan rekomendasi agar penyelenggaraan berjalan lancar dan menguntungkan,” ujar Isnanta, sebagaimana informasi yang dikutip Holopis.com.
Ia menambahkan, ujung dari pengembangan industri olahraga adalah kemandirian barang dan jasa olahraga buatan dalam negeri.
“Target kita, produk industri olahraga laku di Indonesia dulu. Mari gunakan kekuatan lokal dan ciptakan kemandirian untuk berdikari,” tegasnya.
Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Bappenas, Didik Darmanto, menyoroti empat pilar penting dalam membangun industri olahraga, yaitu: basis data dan akun satelit olahraga nasional, peta jalan industri olahraga, pengembangan ekosistem, serta kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, perwakilan BPS, Hadi Susanto, menekankan pentingnya Sport Satellite Accounts (SSA) sebagai alat ukur kontribusi ekonomi olahraga. SSA akan membantu mengklasifikasikan sektor olahraga ke dalam dua kategori, yakni Characteristic Sport dan Connected Sport, untuk memetakan nilai ekonomi dari kegiatan olahraga secara komprehensif.
“SSA adalah investasi strategis untuk masa depan olahraga Indonesia. Data ini akan mengubah cara pandang kita terhadap olahraga, dari sekadar aktivitas sosial menjadi sektor ekonomi yang produktif,” ujar Hadi.
Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, Kemenpora positif bahwa perumusan indikator sasaran strategis dapat menjadi pondasi kuat bagi pembangunan industri olahraga nasional yang tidak hanya mendorong prestasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.




