Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan bukti ilmiah dan pengetahuan sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan serta menentukan arah investasi di bidang kesehatan.
Dengan demikian, forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kampanye, tetapi menjadi awal dialog untuk mendorong dukungan dan pembiayaan program menyusui yang lebih luas.
Sementara itu, Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Diah Lenggogeni, S.T., M.Sc., menempatkan menyusui sebagai bagian dari intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan investasi pembangunan sumber daya manusia.
Penguatan konseling keluarga, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dukungan di fasilitas kesehatan, serta penyediaan lingkungan kerja dan ruang publik yang ramah bagi ibu menyusui menjadi beberapa aspek yang disoroti.
Keterlibatan pemerintah daerah dan mitra filantropi juga dinilai penting untuk memperluas jangkauan layanan, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.
Dukungan Menyusui Berpotensi Cegah Ratusan Ribu Kematian
Dalam forum tersebut, Senior Global Portfolio Director bidang Health Economics and Nutrition Financing Nutrition International, Dylan Walters, PhD., memaparkan kajian Global Investment Case for Improved Breastfeeding mengenai manfaat investasi dalam peningkatan dukungan menyusui.
Berdasarkan proyeksi yang dipaparkannya, peningkatan dukungan terhadap menyusui selama 10 tahun ke depan berpotensi mencegah kematian 224.000 hingga 263.000 anak dan sekitar 160.000 kematian ibu.
Investasi tersebut juga diperkirakan dapat mencegah hilangnya 133 juta tahun pendidikan dan kehilangan 382 juta poin IQ. Dari sisi ekonomi, manfaat sosial-ekonomi jangka panjangnya diproyeksikan mencapai 357 miliar dolar AS.
Walters juga menyoroti sejumlah intervensi yang perlu diperluas hingga menjangkau 75 persen sasaran, terutama apabila sumber daya yang tersedia terbatas.
Intervensi tersebut mencakup konseling dan edukasi menyusui, penguatan rumah sakit sayang bayi, kampanye media, perlindungan dari pemasaran produk pengganti ASI yang tidak sesuai ketentuan, cuti maternitas, serta dukungan menyusui di lingkungan kerja.
Berbagai langkah tersebut dipandang sebagai upaya strategis untuk memperkuat tumbuh kembang anak sejak dini sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Perkuat Ekosistem Menyusui hingga Komunitas



