Namun, selama hampir dua tahun, wilayah tersebut menghadapi persoalan kekeringan setiap kali memasuki musim tanam kedua.
“Kalau luas pertanian di daerah Blok Kayen, Desa Susukan, itu kurang lebih 309 hektare. Dan selama ini hampir dua tahun itu ketika musim tanam kedua memang mengalami kekeringan dan gagal panen,” ujar Saefudin.
Bantuan pompanisasi diharapkan bisa mengubah kondisi tersebut.
Saefudin berharap ketersediaan air tidak lagi menjadi penghambat petani untuk menjalankan musim tanam kedua.
“Nah, untuk itu dengan adanya bantuan ini, insyaallah baik masa tanam satu maupun tanam dua, insyaallah air terpenuhi,” katanya.
Bagi petani Cirebon, pompanisasi PHTC akhirnya bukan sekadar bantuan berupa mesin.
Di tengah ancaman kemarau, teknologi tersebut menjadi salah satu penopang agar sawah tetap mendapatkan air, biaya pengairan bisa ditekan, dan tanaman padi tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh hingga panen.



