BOGOR, HOLOPIS.COM – Presiden Jokowi menerima kunjungan Perdana Menteri Australia terbaru yakni Anthony Albanese di Istana Bogor, Jawa Barat.
Sebelum pertemuan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu sempat mengajak PM Australia untuk berkeliling Istana Bogor menggunakan sepeda bambu khusus yang sudah disiapkan.
Sepeda bambu itu sendiri disebut Jokowi sebagai upaya pengenalan kendaraan ramah lingkungan yang sedang digencarkannya.
“Merupakan kehormatan bagi saya menerima kunjungan Perdana Menteri Australia yang baru, Bapak Anthony Albanese beserta delegasi,” kata Jokowi dalam keterangan bersamanya, Senin (6/6).
Jokowi pun sesumbar bahwa hubungan Indonesia dengan Australi terbilang sangat dekat terlebih ketika Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi Anthony usai terpilih sebagai Perdana Menteri.
“Perdana Menteri Albanese bukan orang baru bagi saya, kita pernah bertemu di tahun 2020, dan Indonesia juga menjadi negara pertama yang dikunjungi pada saat beliau terpilih sebagai Ketua Oposisi di tahun 2019,” klaimnya.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi kemudian mengungkapkan harapan kerjasama yang bisa dilakukan antar kedua negara. Salah satunya yakni pentingnya perluasan akses ekspor produk Indonesia dengan nilai tambah tinggi ke Australia, misalnya otomotif.
“Ekspor perdana mobil CBU (completely built up) buatan Indonesia ke Australia telah dimulai di bulan Februari yang lalu dan saya mengharapkan akses ekspor seperti ini akan terus terbuka,” ungkapnya.
Jokowi kemudian juga meminta ke PM Australia terkait implementasi IA-CEPA, terutama terkait kesempatan WNI (Warga Negara Indonesia) untuk bekerja di Australia.
“Saya harap dapat ditingkatkan, termasuk penambahan kuota Working Holiday Visa menjadi lima ribu peserta per tahun,” pintanya.
Jokowi kemudian juga menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menyambut baik kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan. Pembukaan kampus Monash University di BSD diharapkan meningkatkan investasi Australia bagi pengembangan SDM (sumber daya manusia) berketerampilan tinggi di Indonesia.
“Saya juga mengapresiasi investasi Aspen Medical untuk membangun 23 rumah sakit dan 650 klinik di Provinsi Jawa Barat, senilai USD 1 miliar selama 20 tahun,” paparnya.
Selain itu, Jokowi juga meminta hubungan bilateral tersebut bisa memperkuat ketahanan pangan. Dalam pembahasannya yakni upaya menjaga keberlanjutan rantai pasok pangan, termasuk gandum, di tengah situasi dunia yang sangat sulit.
“Kerja sama peningkatan kapasitas di bidang food processing, food innovation, dan rantai pasok, penting untuk diperkuat. Saya juga menekankan pentingnya MoU (Memorandum of Understanding) pertanian antara kedua negara segera diimplementasikan,” pungkasnya.

