HOLOPIS.COM, JAKARTA – Abdul El-Sayed berhasil mencatatkan sejarah dalam politik Amerika Serikat setelah memenangkan pemilihan Senat di Michigan. Kemenangan tersebut menjadikannya Muslim Amerika pertama yang terpilih sebagai anggota Senat AS.
El-Sayed, putra pasangan imigran asal Mesir, berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik sekaligus mantan anggota Kongres, Mike Rogers. Berdasarkan penghitungan sementara, El-Sayed memperoleh 51,9 persen suara ketika sekitar 85 persen suara telah dihitung. Pria berusia 42 tahun itu lahir dan tumbuh di kawasan pinggiran Detroit. Kedua orang tuanya merupakan imigran dari Alexandria, Mesir.
Ia menempuh pendidikan di University of Michigan dan sempat bergabung dengan tim lacrosse kampus tersebut. El-Sayed kemudian melanjutkan pendidikan kedokteran di Columbia University serta meraih gelar doktor dari University of Oxford.
Sebelum terjun ke dunia politik, ia pernah bekerja di sejumlah lembaga kesehatan masyarakat di Michigan. Dalam kehidupan pribadinya, El-Sayed menikah dengan psikiater bernama Sarah Jukaku sejak 2006. Keduanya telah dikaruniai dua orang putri.
Identitas Muslim Jadi Sasaran Serangan Kampanye
Sepanjang masa kampanye, identitas Muslim El-Sayed menjadi sasaran serangan bernuansa Islamofobia. Pada Agustus lalu, Senator Tommy Tuberville dari Partai Republik menyebutnya sebagai teroris. Sejumlah tokoh Partai Republik lainnya juga melabelinya sebagai kelompok Islam radikal dan simpatisan jihad. Presiden Donald Trump turut melontarkan sebutan serupa terhadap El-Sayed pada akhir Oktober.
Meski demikian, El-Sayed menegaskan bahwa dirinya tidak terikat pada ideologi politik tertentu. Dalam wawancara dengan jurnalis Roland Martin pada Juli, ia menyatakan, “Saya seorang ilmuwan, bukan sosialis.”
Ia juga menolak label sosialis demokrat yang kerap dilekatkan kepada sejumlah politisi muda progresif dari Partai Demokrat. Dalam wawancara pada Agustus, El-Sayed menyampaikan bahwa dirinya tetap percaya pada sistem kapitalisme.
Kebijakan luar negeri Amerika Serikat, terutama dukungan Washington terhadap Israel, menjadi salah satu isu utama yang diangkat dalam kampanyenya. El-Sayed berjanji akan mengakhiri bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel serta memberlakukan embargo senjata, baik untuk kebutuhan ofensif maupun defensif.
Ia juga kerap menyebut Israel sebagai negara apartheid yang telah melakukan genosida terhadap warga Palestina. Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh Israel.
Meski vokal membela Palestina, El-Sayed juga menyampaikan kritik terhadap Hamas. Dalam wawancara pada Agustus, ia mengatakan mengecam kelompok tersebut dan menilai Hamas telah melakukan kejahatan perang.
Ketika ditanya mengenai dukungannya terhadap hak Israel untuk tetap berdiri sebagai negara, El-Sayed menjawab, “Ya, jika ada pemahaman bersama mengenai solusi dua negara.”
Pandangan tersebut menjadi salah satu sumber perdebatan dalam persaingannya dengan anggota Kongres Haley Stevens di pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Persaingan semakin menarik perhatian setelah Stevens justru menyatakan dukungan kepada Rogers pada Minggu, hanya dua hari sebelum pemungutan suara.
Michigan sendiri memiliki populasi Arab-Amerika terbesar kedua di Amerika Serikat setelah California. Jumlah komunitas Arab-Amerika di negara bagian tersebut diperkirakan melampaui 392.000 orang. Selain itu, Michigan tercatat memiliki lebih dari 206.000 pemilih Muslim Amerika pada 2020. Dengan jumlah pemilih terdaftar sekitar 7,4 juta orang, komunitas Muslim diperkirakan menyumbang sekitar tiga persen dari total pemilih di negara bagian tersebut.
Selain konflik Palestina-Israel, El-Sayed juga menentang keterlibatan Amerika Serikat dalam perang melawan Iran. Ia menyerukan penghentian perang dan mengutamakan jalur diplomasi untuk mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir.




