Abdul El-Sayed Resmi Jadi Senator Muslim Pertama di Amerika Serikat

0 Shares

Dalam platform kampanyenya, El-Sayed menjadikan kesepakatan nuklir Iran pada 2015 sebagai salah satu contoh pendekatan diplomatik yang dapat digunakan. Menurutnya, intervensi militer bukan solusi yang efektif maupun dapat dibenarkan.

Dalam sebuah iklan kampanye pada Oktober yang ditujukan kepada pemilih Partai Republik, ia menyampaikan keinginannya untuk, “Berhenti membuang uang pajak kita untuk perang di luar negeri.”

Ia juga menyatakan dukungan terhadap gerakan demokrasi di Iran, tetapi menolak upaya pergantian rezim yang didorong dari negara lain. Ketika ditanya seorang mahasiswa keturunan Iran mengenai sikapnya terhadap demonstran anti-pemerintah, El-Sayed mengatakan, “Saya mendukung gerakan demokrasi,” tetapi menegaskan penolakannya terhadap perubahan rezim dari luar negeri.

Merupakan tanggung jawab rakyat Iran untuk menentukan seperti apa pemimpin mereka nantinya,” tambahnya.

Pandangan El-Sayed mengenai bantuan militer Amerika Serikat juga mencakup negara-negara lain di Timur Tengah. Pada akhir Oktober, ia menyatakan tidak setuju jika pemerintah AS terus mendanai militer negara asing.

“Saya rasa kita tidak seharusnya mendanai militer negara lain secara umum. Itu berlaku untuk Israel. Juga Mesir, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab,” ujarnya.

Mesir diketahui menerima bantuan militer tahunan sekitar 1,3 miliar dolar AS dari Washington. Sementara itu, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab tidak menerima bantuan militer AS, tetapi menjadi pembeli utama persenjataan buatan Amerika.

Di luar Timur Tengah, El-Sayed juga mengkritik bantuan militer AS kepada Azerbaijan. Ia menekankan pentingnya keamanan dan hak menentukan nasib sendiri bagi masyarakat Armenia. Sikap tersebut membuatnya mendapat dukungan dari Komite Nasional Armenia Amerika.

Sebaliknya, El-Sayed mendukung bantuan Amerika Serikat kepada Ukraina. Negara tersebut telah menerima lebih dari 68 miliar dolar AS dalam bentuk bantuan keamanan sejak invasi Rusia pada 2022.

El-Sayed juga membantah memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin. Dalam wawancara pada Oktober, ia menyatakan akan mendukung penetapan status organisasi teroris terhadap kelompok mana pun yang terlibat atau berkomitmen melakukan kekerasan politik.

Terkait Suriah, El-Sayed menyampaikan dukungan terhadap pencabutan sanksi yang diberlakukan pada masa pemerintahan Bashar al-Assad. Pemerintahan Trump sendiri telah mencabut sanksi tersebut pada tahun sebelumnya.

[holopis_fb_comments]

VIDEO LAINNYA

spot_img