HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bisnis franchise atau waralaba di Indonesia masih banyak berkembang di Pulau Jawa, terutama kota-kota besar seperti wilayah Jabodetabek. Di tengah persaingan yang semakin padat, pelaku usaha didorong untuk melakukan ekspansi bisnis ke berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Supit, melihat pasar ke luar Jakarta sebagai salah satu pilihan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya. Menurutnya, anak muda yang mulai terjun ke bisnis waralaba juga perlu melihat peluang pasar di luar kota besar.
“Jangan hanya mau sukses di Jakarta, ya, di kota. Kalau mau lebih sukses lebih cepat, itu mendingan di daerah,” ujar Levita saat ditemui Holopis.com, setelah konferensi pers FLEI Business Show 2026 di GoWork Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).
Menurut Levita, peluang tersebut tidak terlepas dari kondisi persaingan usaha di luar Jakarta yang relatif lebih longgar. Ia menyebut jumlah kompetitor dan produk pesaing yang tersedia lebih sedikit, sementara perputaran uang tunai di daerah dinilai cukup besar.
“Terus yang kedua, produknya juga di sana produk saingan kita juga lebih sedikit daripada yang di Jakarta. Terus yang ketiga, uang di daerah juga perputaran uang cash (tunai) di daerah lebih banyak dibandingkan di Jakarta. Seperti itu,” katanya.
Pengalaman Levita turut menjadi gambaran mengenai potensi tersebut. Ia mengatakan pernah membuka bisnis franchise di sejumlah wilayah dan melihat langsung respons masyarakat terhadap usaha yang dikembangkan.
“Saya sebelum ini beberapa kali membuka bisnis franchise Indonesia itu bukanya di daerah-daerah. Di daerah-daerah di Sulawesi, di Kalimantan, di Sumatera. Itu hasilnya bagus banget,” ujarnya.
Bahkan, menurut Levita, terdapat bisnis yang mampu mencatat omzet lebih tinggi setelah dikembangkan di daerah dibandingkan ketika dijalankan di Jakarta. Kondisi itu membuatnya terus mendorong pelaku usaha untuk memperhitungkan daerah dalam rencana ekspansi.
“Makanya saya katakan kepada para pelaku usaha, buka usaha jangan cuma di Jakarta. Di daerah lebih berpeluang. Karena apa, kompetitor di daerah lebih sedikit dibandingkan di Jakarta,” tuturnya.
Perluasan bisnis ke daerah juga mulai merambah sektor lifestyle atau gaya hidup. Levita mengatakan sejumlah usaha di sektor tersebut telah mendapat tingkat kunjungan yang tinggi setelah hadir di daerah.
“Apalagi daerah-daerah besar yang apa, bisnis lifestyle juga udah mulai ke sana, gitu. Dan bisnis lifestyle ke sana itu pun full. Bayangin full itu bukan hanya weekend aja, tapi weekday pun full,” katanya.
Selain ekspansi dari Jakarta ke daerah, peluang juga terbuka bagi pelaku usaha lokal yang ingin membawa bisnisnya ke wilayah lain. Konsultan Utama Franchise Academy Indonesia, Evi Diah Puspitawati, menyebut terdapat banyak pelaku usaha daerah yang telah memiliki produk dan jasa yang potensial untuk dikembangkan.
“Banyak sekali kalau kami menyebutnya adalah local champions (juara lokal) di daerah itu yang juga punya produk atau jasa yang bagus,” ujar Evi.




