MAGELANG – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menegaskan pentingnya integritas, kepemimpinan, dan profesionalisme sebagai bekal utama bagi setiap calon perwira TNI Angkatan Darat. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan kepada 511 Taruna dan Taruni Tingkat III Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Selasa (30/6/2026).
Dalam arahannya, Wakasad mengingatkan bahwa dinamika tugas prajurit di masa mendatang akan semakin kompleks. Oleh karena itu, calon perwira dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan kecakapan militer, tetapi juga karakter yang tangguh agar mampu menjalankan tugas secara optimal.
Menurutnya, seorang perwira harus memiliki disiplin tinggi, loyalitas, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta semangat untuk terus meningkatkan kapasitas diri sepanjang masa pengabdian.
“Seorang calon perwira tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan militer, tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat, disiplin, loyal, adaptif, serta semangat belajar yang tinggi,” tegas Wakasad.
Ia menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang dipercaya. Nilai tersebut akan menjadi bekal penting bagi seorang perwira ketika mengambil keputusan, memimpin satuan, sekaligus menjadi teladan bagi prajurit maupun masyarakat.
Karena itu, Wakasad meminta agar nilai-nilai kepemimpinan mulai dibangun sejak para taruna masih menjalani pendidikan di Akademi Militer sehingga menjadi bagian dari karakter yang melekat dalam setiap penugasan.

Selain integritas, Wakasad juga mengingatkan bahwa setiap jabatan yang nantinya diemban merupakan amanah negara yang harus dipertanggungjawabkan melalui dedikasi, profesionalisme, dan pengabdian terbaik kepada bangsa.
Ia menegaskan, tanggung jawab sebagai perwira TNI AD tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan tugas, tetapi juga dari kemampuan menjaga kehormatan institusi dan kepercayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakasad kembali mengingatkan pentingnya menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman moral dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurutnya, nilai-nilai dasar tersebut harus tertanam kuat sejak masa pendidikan agar menjadi landasan etika dan perilaku ketika para taruna memasuki dunia pengabdian sebagai perwira TNI Angkatan Darat.
Di sisi lain, Wakasad juga mendorong para taruna dan taruni untuk terus meningkatkan kemampuan intelektual, fisik, mental, serta kepemimpinan. Langkah itu dinilai penting agar mereka mampu menjawab tantangan perkembangan lingkungan strategis dan pesatnya kemajuan teknologi yang memengaruhi karakter peperangan modern.
Melalui pembekalan tersebut, Wakasad berharap seluruh Taruna dan Taruni Tingkat III Akademi Militer semakin siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan serta mampu menjadi perwira TNI AD yang profesional, berintegritas, adaptif, dan senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dalam setiap bentuk pengabdian.

