HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana kekeringan air akibat dampak musim kemarau terpantau masih terus dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah selama beberapa hari terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, kekeringan masih melanda Kabupaten Banyumas, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten.
Di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, BPBD setempat kembali mendistribusikan air bersih sebanyak 5.000 liter ke masyarakat di daerah terdampak kekeringan, yakni Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas.
“Air bersih tersebut kemudian ditampung dalam toren berkapasitas 4.000 liter dan menggunakan ember,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (29/6).
Sementara itu, di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Boyolali mendistribusikan air bersih sebanyak 10.000 liter kepada masyarakat di lokasi terdampak kekeringan yakni Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro dan Desa Samiran, Kecamatan Selo.
“Kekeringan di Boyolali sebelumnya dilaporkan terjadi sejak awal Juni 2026, dengan masyarakat terdampak sedikitnya 42 KK atau sejumlah 125 jiwa,” ujarnya.
Sedangkan untuk di wilayah Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, BPBD setempat kembali mendistribusikan air bersih sebanyak 60.000 liter atau setara dengan 12 tangki mobil air kepada 301 KK atau setara 1.142 jiwa di Desa Sidorejo.
Secara keseluruhan, tercatat total bantuan air bersih yang sudah disalurkan oleh BPBD Kabupaten Klaten kepada masyarakat terdampak kekeringan mencapai 169 tangki atau 845.000 liter yang manfaatnya dirasakan oleh 2.970 KK atau setara dengan 9.871 jiwa di empat desa.
Adapun rincian desa yang telah disalurkan adalah Desa Tlogowatu, Desa Tegalmulyo, Desa Kendalsari, dan Desa Sidorejo.
Menyikapi kondisi tersebut, Abdul mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dengan tidak melakukan pembakaran lahan, menggunakan air secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan maupun kekeringan.
“Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat langkah mitigasi melalui pemantauan wilayah rawan, kesiapsiagaan sumber daya, serta memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di daerah yang berpotensi mengalami kekeringan,” imbaunya.

