Presiden Prabowo Salahkan Kebocoran Anggaran Jadi Penyebab Utama Gaji Guru Susah Naik

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa hingga saat ini pemerintah belum bisa memberikan penghasilan yang baik untuk tenaga pendidik, khususnya guru.

Saat memberikan sambutan di penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026, Presiden Prabowo mulanya menjelaskan data dari PBB.

“Ternyata, sekali lagi dari PBB, yang terjadi adalah yang disebut under-invoicing atau laporan palsu. Para pengusaha itu bohong. Katanya dia jual 1.000 ton, dia lapor hanya 500 ton,” kata Presiden Prabowo dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (23/6).

Karena ulah para pengusaha tersebut, Presiden Prabowo menyebut negara mengalami kerugian dengan angka yang sangat fantastis. Data ini menurutnya harus disampaikan, khususnya di hadapan para warga NU.

“Artinya apa? Artinya, negara rugi. Setelah kita hitung, ini angka kembali lagi dari PBB, kita telah rugi 908 miliar Dolar selama 34 tahun atau 15 ribu triliun, 15 ribu triliun,” bebernya.

“Ini semua data ke luar. Saya ingin sampaikan dalam forum ini karena saya ingin Saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat harus mengerti,” pintanya.

- Advertisement -

Kondisi itulah kemudian menurut Presiden Prabowo, yang menjadi penghambat mengapa pemerintah belum bisa memberikan penghasilan yang layak bagi guru.

“Kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang? Ya, kan? Karena uangnya enggak ada, diambil terus,” ucapnya.

Kendati demikian, Presiden Prabowo menjanjikan akan segera mengatasi persoalan tersebut.

“Kebocoran kita, kita hitung, para ahli hitung sekarang adalah kurang lebih 150 miliar setiap tahun, 2.500 triliun setiap tahun, Saudara-saudara sekalian. Dan, ini sedang saya perbaiki semua,” tegasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU