HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ernest Prakasa dan Edy Khemod ungkap detail film “Operasi Pesta Copet” yang berubah judul dari “Operasi Pestapora”, dengan cerita unik bertema heist komedi khas Imajinari.
Film terbaru garapan rumah produksi Imajinari kembali jadi sorotan publik. Kali ini, proyek yang semula dikenal dengan judul Operasi Pestapora resmi berganti menjadi Operasi Pesta Copet.
Perubahan judul ini bukan tanpa alasan, bahkan langsung dijelaskan oleh produser Ernest Prakasa dan sutradara Edy Khemod saat ditemui di kawasan Melawai, Jakarta Selatan.
Ernest menegaskan bahwa perubahan judul dilakukan agar penonton langsung memahami inti cerita sejak pertama membaca judul filmnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk memberikan gambaran yang lebih jujur dan lugas kepada penonton.
“Supaya orang langsung tahu apa yang ditonton dengan membaca judulnya,” ujar Ernest Prakasa.
Sementara itu, Edy Khemod yang juga dikenal sebagai drummer dari band Seringai, menjelaskan bahwa selama proses pengembangan film, terdapat banyak perubahan kreatif yang terjadi.
Mulai dari penulisan cerita hingga arah penyampaian tema, semuanya mengalami penyesuaian agar lebih fokus dan kuat secara naratif.
Edy menuturkan bahwa Operasi Pesta Copet bukan sekadar film komedi biasa, melainkan juga mengangkat fenomena sosial yang cukup dekat dengan kehidupan nyata.
Ia ingin menampilkan sisi lain dari dunia “copet” yang selama ini hanya dipandang negatif tanpa melihat latar belakang karakter di dalamnya.
“Judul ini kami ingin fokusnya soal copetnya, fenomena sosialnya, lebih ke individunya. Yang mau kita soroti adalah soal karakter,” jelas Edy Khemod.
Dengan pendekatan tersebut, film ini diharapkan bisa memberikan sudut pandang baru kepada penonton tentang bagaimana sebuah situasi sosial dapat melahirkan berbagai karakter dengan motivasi berbeda-beda.
Film Operasi Pesta Copet sendiri mengusung genre heist comedy, yaitu perpaduan antara aksi pencurian dan komedi.
Cerita berpusat pada empat orang copet yang nekat menjalankan aksinya di tengah festival musik besar, Pestapora.
Festival yang penuh keramaian itu menjadi latar utama aksi mereka, yang tentu saja dipenuhi berbagai situasi tak terduga, kekacauan, hingga momen lucu yang menjadi kekuatan utama film ini.
Untuk mendukung produksi, proses syuting dilakukan dalam dua tahap. Pertama dilakukan beberapa hari sebelum festival berlangsung dengan melibatkan sekitar 500 figuran.
Sementara tahap kedua dilakukan langsung saat acara Pestapora 2025 digelar, sehingga suasana festival terasa lebih nyata dan autentik di layar.
Film ini dibintangi oleh deretan aktor muda populer seperti Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba.
Kehadiran para pemain ini menambah daya tarik tersendiri, terutama bagi penonton generasi muda yang mengikuti karya-karya mereka.
Iqbaal Ramadhan bahkan disebut berperan sebagai sosok utama dalam geng copet tersebut, yang menjadi pusat cerita dalam konflik dan aksi di film ini.
Ernest Prakasa mengungkapkan bahwa Operasi Pesta Copet merupakan salah satu proyek paling ambisius yang pernah digarap oleh Imajinari.
Ia menyebut film ini sebagai produksi terpanjang, termahal, sekaligus tersulit yang pernah mereka kerjakan sejauh ini.
“Proyek terpanjang, termahal, dan tersulit kami sejauh ini. Menguji kreativitas sekaligus kekompakan tim,” ungkap Ernest.
Dalam proses produksinya, Ernest juga membagikan pengalaman menarik selama syuting. Ia menyebut banyak adegan yang awalnya terlihat sulit bahkan hampir mustahil untuk dilakukan, namun akhirnya bisa dieksekusi berkat kerja sama tim yang solid.
Syuting film ini juga melibatkan penggunaan teknologi sinematografi modern, termasuk empat kamera film dan satu drone untuk menangkap momen di tengah keramaian festival.
Hal ini dilakukan agar suasana besar dan padatnya acara benar-benar terasa realistis di layar lebar.
Menurut Ernest, kekuatan utama dari film ini bukan hanya cerita, tetapi juga kerja keras seluruh kru yang terlibat di balik layar.
Ia pun memberikan apresiasi kepada tim produksi yang telah bekerja tanpa henti demi menyelesaikan proyek besar ini.
Operasi Pesta Copet dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 27 Agustus 2026. Dengan konsep cerita yang unik, perpaduan komedi dan aksi, serta latar festival musik yang jarang diangkat di film Indonesia, film ini diprediksi akan menjadi salah satu tontonan yang paling ditunggu.
Kolaborasi antara Imajinari, Angin Segar Films, dan Boss Creator juga semakin memperkuat ekspektasi publik terhadap kualitas film ini.
Apalagi dengan nama besar seperti Ernest Prakasa di kursi produser dan Edy Khemod sebagai sutradara debut film panjangnya.
Kini, publik tinggal menunggu bagaimana “aksi para copet” di tengah hiruk pikuk festival musik itu akan dikemas di layar lebar apakah akan sekadar lucu, atau justru menyimpan kritik sosial yang lebih dalam.

